Rencana Perpindahan Ibu Kota Bandung Ada 3 Opsi yaitu Tegalluar, Kertajati dan Walini

- Penulis Berita

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Sate Ft ist

Gedung Sate Ft ist

BandungPuber. Com — Mantan anggota DPRD Jabar 2004- 2009 Ahmad Adib Zain mendukung sikap tegas yang disampaikan Walikota Bandung, Yana Mulyana yang menolak ibukota dipindahkan karena alasan yang mungkin tidak semua orang paham, mengapa beliau menolak?

Menurunya, perpindahan Ibukota tidak sederhana, apalagi hanya karena desakan para investor yang telah mempersiapkan kota itu dalam “business plan” mereka.

“Tentu dikemudian hari memberi kemudahan kepada permukiman dan bisnis yang diletakkan sekitar ibukota baru itu,” ujar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2004-2009 itu, Minggu (16/10).

Menurutnya, Ibukota lama yang masih sangat layak, ditinggalkan begitu saja sungguh menjadi beban tambahan anggaran sementara yang baru harus dibangun. Belum pulih dari “badai” pandemi Covid – 19.

“Dunia kini sedang dihadapkan pada krisis, akan terdampak parah kepada Indonesia pada 2023. Paling tidak itu yang sering kita dengar dari Menkeu dan Presiden,” katanya.

Pemindahn Ibukota awalnya dari bisik-bisik dan kasak-kusuk. Apakah ada dokumen perencanaan dan keputusan legislasinya, nggak jelas juga. “Kalau ada jelas ngawur ini mah. Eh, tiba-tiba dalam kunjungan Presiden ke Bandung, terdengar dari mulut Dirut PT. KCIC, kemungkinan Ibukota Jawa Barat pindah ke Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ini yang membuat sebagian besar warga Kota Bandung protes termasuk Walikota, kang Yana,” tandasnya.

Soal pemindahan ibu kota Jabar ke Tegalluar  diungkapkan oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi usai acara peninjauan di Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dihadiri Presiden Joko Widodo bersama jajaran menterinya, sebagaimana dikutip dari berbagai media.

“Menurut saya terlalu jauh, Mas Dwiyana ngomong diluar kewenangannya sebagai pihak swasta. Stakeholder Kota Bandung dan Jawa Barat perlu diajak bicara baik-baik. Berbeda dengan IKN, karena ada pertimbangan geo politik dan geo strategis nasional,” tuturnya.

Kalau Ibukota Jawa Barat, tegasnya, mengapa dipindah?. Gedung Sate yang bersejarah dan Bandung yang identik dengan kota kelas dunia, Ibukota Asia-Afrika. “Kok, mau maunya dipindahkan mendekati kawasan hasil pembebasan tanah-tanah produktif disana oleh pengembang besar? “ tanya Adib Zein.

Sekali lagi, sambungnya, tutup saja wacana atau upaya menggiring perpindahan Ibukota, banyak urusan masyarakat yang lebih penting dan mendesak. IPM Jawa Barat yang terpuruk, tata ruang lingkungan Kawasan Bandung Raya yang makin rusak dan kondisi sosial ekonomi Jawa Barat yang mengalami kemunduran struktural, menjadi tantangan kita. Bukan Ibukota.

Hal tersebut ia lontarkan menaggapi soal wacana pemindahan ibu kota Jawa Barat. Wacananya, ada tiga opsi ibu kota akan pindah ke Tegalluar, Walini, dan Kertajati.

“Kita berharap tetap di Kota Bandung. Karena tidak gampang buat saya,” ujar Yana, Jumat 14 Oktober 2022.

Kendati demikian, Yana menegaskan, Pemkot Bandung lebih fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti halnya membantu dampak BBM hingga resesi global.

“Konsentrasi sekarang membantu kesulitan masyarakat yang kena dampak BBM juga resesi global,” kata Yana.

Sementara itu, Direktur Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menyampaikan ibu Kota Jawa Barat berpotensi dipindahkan ke Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung.

“Dengan adanya rencana Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi (Jawa Barat) bahkan pak Gubernur (Ridwan Kamil) menyampaikan ini (Tegalluar) menjadi satu opsi yang besar kemungkinannya untuk menjadi ibu kota provinsi Jawa Barat,” katanya usai meninjau Stasiun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Kamis 13 Oktober 2022.

Diwiyana menambahkan ada tiga opsi yang berpotensi menggantikan Bandung sebagai ibu kota, yaitu Tegalluar, Kertajati dan Walini. Namun dengan semakin jelasnya pembangunan kereta cepat, maka Tegalluar menjadi opsi yang paling kuat. *yan

Editor: Beny

 

 

Berita Terkait

Masyarakat Dibuat Penasaran Siapa Sosok Bakal Calon Pendamping Aba IDI
DPRD Jabar Lakukan Penandatanganan Record of Discussion atau RoD dengan DPRD Provinsi Chungcheongnam-do Korea Selatan
Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024
Demo Terus Berlangsung DPD BIN Jatim Nilai Pj Bupati Sampang gagal Ciptakan Iklim Sejuk Dimasyarakat
Bey Machmudin Dampingi Menteri Luhut Binsar Panjaitan Luncurkan Buku Citarum Harum di Nusa Dua Bali
Partai Gerindra Kota Batam Usung Li Claudia Chandra dalam Pilwako 2024
Pansus IV DPRD Jabar Bahas Isu Penting Terkait RPJPD 2025- 2045 dan Pelayanan Dasar Masyarakat
KPP Jawa Barat Bersama KPP Kalimantan Tengah Lakukan Sharing Program Kegiatan 2024
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 03:07 WIB

Plh Sekda Kota Bandung Hikmat Ginanjar Sebut Para ASN Harus Promosikan Wisata Kota Bandung

Selasa, 28 Mei 2024 - 01:55 WIB

Buntut Kecelakaan Truk di Cimahi Akibatkan 1 Meninggal dan Sejumlah Luka-Luka, Bey Machmudin: “Saya Akan Panggil Kadis Perhubungan” !

Selasa, 28 Mei 2024 - 01:45 WIB

Pemilihan Gubernur Jabar 2024 Resmi Diluncurkan Pj Gubernur Bey Machmudin

Selasa, 28 Mei 2024 - 01:33 WIB

Dinilai Berhasil dalam Penerapan SPBE Kota Terbaik, Pemkot Bandung Peroleh Penghargaan dari KemenPAN-RB

Senin, 27 Mei 2024 - 00:46 WIB

Danpusdikbekang Taekwondo Championship 2024 Jaring Atlit Berbakat Punya Mental Juara

Senin, 27 Mei 2024 - 00:34 WIB

Mendalami Makna Nilai Insyaallah sebagai Upaya Menggapai Puncak Kesadaran Tauhid

Sabtu, 25 Mei 2024 - 14:58 WIB

Kawasan Wisata Yang Satu Ini Mirip Seperti di Soul Korea Selatan

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:57 WIB

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda

Berita Terbaru