Bupati Kustini Jadikan Batik Sinom Parijotho Salak  sebagai Branding Kabupaten Sleman

- Penulis Berita

Selasa, 31 Januari 2023 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, dengan kebayan dan batik Sinom Parijotho Salak. (Foto-Malik PWI).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, dengan kebayan dan batik Sinom Parijotho Salak. (Foto-Malik PWI).

BandungPuber. Com, Jakarta – SIAPA TAK KENAL Yogyakarta sebagai salah satu pusat batik di Indonesia. Kabupaten Sleman yang menjadi bagian dari wilayah geografis dan kultural Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengembangkan batik yang menjadi produk unggulan dan branding Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo  mengungkapkan programnya  mengembangkan batik sebagai produk unggulan dan  untuk branding Kabupaten Sleman, yaitu batik Sinom Parijotho Salak.

Hal itu disampaikannya saat  presentasinya di hadapan Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 beberapa waktu lalu.

Bahkan untuk meyakinkan tim juri Kustini tidak saja menyampaikan prestentasi, tetapi juga menggelar sejumlah batik Sinom Parijotho Salak. Sampai-sampai ada anggota tim juri berkomentar Ruang Rapat PWI Pusat di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, telah berubah menjadi “butik”.

Akhirnya, Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menjadi salah seorang yang terpilih mendapatkan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 dari 10 bupati/wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat tahun ini.

Kustini telah  berhasil mengembangkan batik khas Sleman dengan memanfaatkan kearifan lokal, yaitu batik Sinom Parijotho Salak, tidak saja di tingkat nasional tapi juga internasional. “Batik Sinom Parijotho Salak  adalah inovasi batik Sleman berbasis kearifan lokal,” jelas Kustini yang tampil mengenakan batik tersebut saat presentasi.

Kustini menjelaskan perjalanan panjang pencarian batik Sinom Parijotho Salak sampai menjadi terkenal seperti sekarang. Saat dirinya menjadi  Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Sleman 2010-2021, muncul keinginan untuk menciptakan batik khas Kabupaten Sleman.

Keinginan Dekranasda Kabupaten Sleman mendapat dukungan dari  Bupati Sleman H. Sri Purnomo, M.Si (periode 2010-2015 dan 2016 -2021) , yang tidak lain suami Kustini. Maka, digelarlah lomba desain batik Sleman tahun 2012.

“Tujuan lomba ini adalah untuk menggali potensi desainer-desainer batik dalam menggali motif-motif batik yang bersumber pada kekayaan alam dan budaya Kabupaten Sleman,” jelas Kustini.

Lomba itu berhasil menjaring 10 finalis. Kemudian dipilih dua desain motif  sebagai pemenangnya. Kedua motif desain itu adalah Parijotho yang dibuat oleh Susilo Radi Yuniarto dan desain motif Salak oleh Isdianto.

“Motif desain Parijotho dan Salak  dipilih karena  tanaman parijotho dan salak memang banyak ditemukan di Kabupaten Sleman,” jelas Kustini.

Untuk pewarnaannya, digunakan warna alam. Pihak Pemkab telah bekerja sama dengan Fakultas Teknik Kimia UGM  tahun 2015 untuk menemukan pewarna alam yang bermutu, yaitu indigofera dalam bentuk bubuk.

Bahan baku batik yang bermutu harus tersedia.  Bupati Kustini menjelaskan pihaknya telah bekerja sama dengan  PT Primisima sejak tahun  2016 untuk menyediakan bahan baku batik yang bermutu.

Makna Filosofis

Makna filosofis di balik dua motif yang jadi pemenang itu juga ada. Menurut Kustini, kedua motif tersebut menggambarkan harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Sleman yang diayomi oleh pemimpin pemegang amanah rakyat.

Kedua motif tersebut kemudian didesain ulang digabungkan oleh perajin-perajin Paguyuban Batik Khas Sleman menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan, yakni  batik motif  Sinom Parijotho Salak.

Tahun 2014, Pemkab Sleman me-launching batik motif Sinom Parijotho Salak. Hal itu dikukuhkan dengan  menerbitkan peraturan Bupati tentang tata kelola batik Sleman tahun 2015. Lalu, Pemkab Sleman mendaftarkan hak cipta Hak Cipta Motif Batik Sinom Parijotho Salak di Kementerian Hukum dan HAM tahun 2019.

Pemkab Sleman  menetapkan batik Sinom Parijotho Salak sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Sleman. Kemudian keluat kebijakan menetapkan penggunaan pakaian oleh masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab Sleman.

Kerja keras yang panjang memproduksi batik khas Sleman itu kini mulai menunjukkan hasilnya. Pendapatan pengrajin  batik Sinom Parijotho Salak meningkat cukup singnifikan beberapa tahun terakhir. Omzet tahun 2020 telah mencapai  Rp 5,025 miliar,  lalu tahun 2021 mencapai Rp 7,815 miliar, dan tahun 2022 omzetnya telah menembus angka Rp 8,76 miliar.

Batik itu pun telah menjadi branding Kabupaten Sleman dan  sebagai produk unggulannya. Batik ini pun telah terbang tinggi. Desainer Samuel Watimena telah membawa Sinom Parijotho Salak  ikut dalam fashion show di Korea Selatan. Batik ini telah memasuki pasar Eropa. Batik Sinom Parijotho Salak pun telah menjadi branding bagi Kabupaten Sleman.

Editor: Beny

Berita Terkait

Rawa Bento, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Kerinci
Pencapaian Luar Biasa, Tim Ekspedisi Gunung Kerinci Alpala SMA 68 Akhirnya Tiba Dipuncak Kerinci
Kunjungan Uskup Ordinariat Militer Indonesia di Atambua Perkuat Iman dan Kedaulatan NKRI
Setelah Diberangkatkan TNKS, Puluhan Pendaki Bermalam di Shelter 1 Gunung Kerinci
Purwo Sudaryanto Siap Berpasangan dengan Bacagub Kalteng
KND dan Aktivis HAM Deklarasikan Pembentukan Forum Masyarakat Disabilitas Papua Pegunungan
Brigjen SPK Kunjungi Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo,Malaka Untuk Kembangkan Pertanian Malaka
Syahid Ibrahim Sampaikan Apresiasi Tinggi Atas Kesuksesan Helmy Yahya Berikan Motivasi Untuk PT KPI Unit Dumai
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 13:08 WIB

Pj Gubernur Jabar Ingatkan Para ASN Untuk Netral pada Pilkada Mendatang, Tidak Mentaati maka hukuman disiplin sebagai konsekuensi

Kamis, 11 Juli 2024 - 07:57 WIB

Pj Wali Kota Bandung Menyatakan Menghormati Seluruh Proses Hukum Kepada Kejaksaan Negeri Terkait Unit Layanan Pengadaan

Kamis, 11 Juli 2024 - 06:39 WIB

Sekretariat DPRD Jabar Menerima Kunjungan dari Bangar DPRD Tasikmalaya Bahas Terkait Ranperda APBD TA 2023

Rabu, 10 Juli 2024 - 08:59 WIB

Komisi III DPRD Jabar Dorong Pemerintah Menangkap Bandar Judi Online

Rabu, 10 Juli 2024 - 07:47 WIB

Perhutani Terima Kegiatan KKL Mahasiswa Universitas Jambi di Bandung

Rabu, 10 Juli 2024 - 00:41 WIB

Sat Pol PP Kota Bandung Bersama Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Lokasi Zona Merah

Selasa, 9 Juli 2024 - 02:02 WIB

Kasus TBC di Kota Bandung Mencapai 4800 Orang, Pemkot Bandung Terus Lakukan Sosialisasi Tentang Bahaya Penyakit Menular

Senin, 8 Juli 2024 - 06:01 WIB

Pj Wali Kota Bandung Sebut KAA Ke-69 Momentum Upaya Bersama Membanguun Bangsa- Bangsa di Benua Asia Afrika

Berita Terbaru

Jakarta

Gerombolan Pamancing Liar Gelar Mancing Bareng

Sabtu, 13 Jul 2024 - 13:31 WIB