Catat! Ternyata Rekor Dunia Angklung Sudah Tercipta Tahun 2015 di Bandung

- Penulis Berita

Senin, 7 Agustus 2023 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia untuk pergelaran angklung terbesar yang di gelar di Stadion Siliwangi Bandung. Ft Yoga.

Saat Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia untuk pergelaran angklung terbesar yang di gelar di Stadion Siliwangi Bandung. Ft Yoga.

BANDUNGPUBER. COM, JAKARTA Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia untuk pergelaran angklung terbesar, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (05/08/2023). Rekor pergelaran angklung yang dicatat oleh Guinness World Records (GWR) tersebut diikuti oleh 15.110 peserta.

“Saya dapat memastikan bahwa dengan 15.110 peserta Indonesia telah mencapai (pemecahan rekor),” ujar penilai resmi GWR, Sonia Usirogochi.

Acara pencatatan rekor tersebut dipandu dan diinisiasi oleh penerima Mahakarya Kebudayaan MURI yaitu Saung Angklung Udjo, dengan membawakan dua lagu yaitu Berkibarlah Benderaku karya Ibu Soed dan Wind of Change karya band asal Jerman, Scorpions.

Peserta terdiri dari anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju, Pegawai Negeri Sipil, Dharma Wanita Persatuan sejumlah kementerian, Lembaga TNI-Polri, organisasi wanita, sekolah kedinasan, pelajar dan lainnya.

Rekor dunia untuk pergelaran angklung terbesar sebelumnya tercipta di Monumen Washington, Washington D.C., Amerika Serikat, pada 9 Juli 2011 dengan melibatkan 5.182 peserta.

Namun permainan angklung di Gelora Bung Karno yang dicatat oleh Guinness World Record tersebut dikritisi oleh salah satu Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia, MURI.

“Kami sangat bangga atas pencapaian rekor angklung yang tercatat pada tanggal 5/8/2023, namun perlu diketahui bahwa Museum Rekor Dunia Indonesia telah mencatat “Pagelaran Musik Angklung Peserta Terbanyak” pada tanggal 24/07/2015 dengan jumlah 20.074 Peserta di Stadion Siliwangi Bandung. Rekor tersebut terjadi dalam rangka Konferensi Asia Afrika yang ke 60 tahun,” ungkap Direktur Museum Rekor Indonesia, Osmar Susilo dalam keterangan yang diterima, Senin (7/8).

Ditambahkannya, Piagam Museum Rekor Dunia Indonesia diterima oleh Walikota Bandung saat itu, Ridwan Kamil dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Hadir juga representatif dari Guinness World Record pada acara tersebut.

“Namun tidak tahu apa yang terjadi pada saat rapat di London, hasil dari rapat tersebut membuat acara “Angklung for Harmony” yang terjadi di Stadion Siliwangi  tidak tercatat di Guinness World Record,” kata Osmar Susilo.

Ditegaskannya, andaikata peristiwa akbar yang terjadi di Stadion Siliwangi tercatat, maka peristiwa pada Sabtu (5/8) di Gelora Bung Karno tidak akan tercatat sebagai Rekor Guinness yang baru karena 15.110 peserta masih kalah dari 20.074 peserta .

“Sonia Usigorochi mengatakan bahwa di Indonesia telah tercatat 124 Guinness World Record. Sementara Museum Rekor Dunia Indonesia telah mencatat 11.100 Rekor sejak didirikan pada tahun 1990, dan MURI sekarang berusia 33 tahun,” ujar Osmar.

“Hal ini sangat ironis, karena Guiness World Record yang awalnya menolak rekor seperti batik dan keris karena dianggap tidak penting, sekarang berani mengakui angklung, salah satu alat musik kebanggaan Indonesia yang berasal dari Jawa Barat dan telah diakui oleh UNESCO tahun 2010 sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia sebagai  rekor,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, melihat sejarah kemerdekaan Indonesia, pendiri bangsa ini memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 tanpa pengakuan dari asing.

“Seharusnya setelah 78 tahun Indonesia Merdeka, kita tidak mempunyai Inferiority Complex untuk mendapatkan pengakuan dari negara atau Lembaga asing namun dari dalam negeri sendiri,” tandasnya. (Dar Edi Yoga).

*Benz

Berita Terkait

Bey Machmudin Dampingi Menteri Luhut Binsar Panjaitan Luncurkan Buku Citarum Harum di Nusa Dua Bali
Rapat Paripurna DPRD Jabar Bahas Rekomendasi dan LKPJ Gubernur Jabar Tahun Anggaran 2023
Apartemen Gardenia Bogor Dinyatakan Pailit Oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat
Anggota Komisi V DPRD Jabar Hj. Siti Muntamah Menerima Kunjungan Sekolah SMPN 7 Membahas Terkait Karakter yang Wajib Dimiliki Pemimpin
Turun Langsung ke TKP Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang, Kakorlantas: Pemeriksaan Awal Tak Temukan Jejak Rem di Lokasi
Ketua Pansus II Hj. Siti Muntamah Berharap Para Disabilitas Memperoleh Kesetaraan Hak Yang Sama
Hj. Siti Muntamah Peroleh Penghargaan PKS Jabar Award 2024, Sebagai Caleg Perempuan Dengan Perolehan Suara Terbanyak
Anggota DPRD Jabar Rita Puspita Melaksanakan Penyebarluasan Perda Tentang Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 14:58 WIB

Kawasan Wisata Yang Satu Ini Mirip Seperti di Soul Korea Selatan

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:57 WIB

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:42 WIB

“Forest Walk” Destinasi Wisata Alam di Pusat Kota Bandung Yang Wajib dikunjungi

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:25 WIB

Jawa Barat Provinsi Dengan Perokok Terbanyak Ke-3 di Indonesia

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:04 WIB

DPRD Jabar Lakukan Penandatanganan Record of Discussion atau RoD dengan DPRD Provinsi Chungcheongnam-do Korea Selatan

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:54 WIB

Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:02 WIB

Sat Pol PP Kota Bandung Sita 276 Botol Minuman Beralkohol dan 278 Butir Obat Daftar G Tanpa Izin

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:01 WIB

KPK RI Apresiasi Pemkot Bandung dan Menjadikan Bandung Sebagai Contoh dalam Menanamkan Nilai- Nilai Integritas di Indonesia

Berita Terbaru