Di Balik Misteri Keangkeran Gunung Manglayang

- Penulis Berita

Sabtu, 28 Mei 2022 - 04:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Manglayang. Ft ist.

Gunung Manglayang. Ft ist.

BandungPuber.Com, Cilengkrang – Gunung Manglayang merupakan gunung yang terbentuk dari letusan besar gunung Sunda Purba yang terjadi pada 3 juta tahun silam, setelah gunung Tangkuban Perahu, Bukit Tunggul dan gunung Burangrang.

Gunung Manglayang menjadi gunung yang terindah dari rangkaian keempat gunung tersebut. Mungkin itulah sebabnya di kalangan para penggiat alam bebas, gunung ini sempat terlupakan terkecuali para penggiat alam bebas dari Bandung dan sekitarnya. Walaupun begitu, Gunung Manglayang tetap menawarkan pesona alamnya tersendiri.

Berada di ketinggian titik 1818 mdpl, gunung ini tidak begitu populer di kalangan para pendaki Indonesia. Namun gunung Manglayang memiliki tempat tersendiri di hati para pendaki yang pernah mengunjungi gunung ini, baik karena pemandangannya yang indah atau tracknya yang menantang dan setara dengan gunung-gunung di atas 2.000 mdpl (bila memakai jalur Barubereum).

Gunung Manglayang memiliki 3 jalur pendakian. Yaitu, jalur Barubereum di Jatinangor, Batu Kuda di Cibiru dan Jalur Palintang di Ujungberung Bandung.

pemandangan saat malam di atas Gunung Manglayang

Kata ‘Manglayang’ sendiri diambil dari kata ‘Layang’ yang berarti terbang. Konon, dahulu ada seekor kuda terbang bernama Semprani yang sedang melakukan perjalanan udara dari Cirebon menuju Banten. Namun, saat melintasi gunung Manglayang, Semprani terjatuh, terperosok dan terjebak di lereng gunung Manglayang. Dia tidak bisa melepaskan diri dari semak belukar yang membelit dirinya.

Lanjutan dari cerita di atas. Kuda Semprani tidak bisa membebaskan diri dari tempatnya terdampar, saking lamanya, dia pun berubah menjadi batu. Saat ini, masyarakat sekitar percaya bahwa batu besar yang menyerupai kuda yang terletak di jalur pendakian Batu Kuda adalah perwujudan dari kuda Semprani.

Lokasi Batu kuda atau batu yang mirip kepala Kuda

kisah Semprani, penunggang kuda, yaitu Prabu Layang Kusuma atau Eyang Prabu, merasa putus asa atas kejadian terjebaknya sang kuda di lereng gunung Manglayang. Kemudian dia menunggu sang kuda di atas sebuah kursi yang sekarang dikenal sebagai ‘batu kursi’.

Selain batu kuda dan batu kursi. Di gunung Manglayang juga terdapat batu Lawang, dua batu kembar yang berdiri sejajar, menyerupai gerbang. Biasanya di antara kedua batu tersebut, banyak orang yang mengadakan ritual agar keinginan mereka bisa terwujud, berupa pembacaan mantra atau berdzikir.

Namun tidak sembarang orang yang bisa melakukan ritual tersebut. Sebab, sebelum melakukan ritual, mereka harus mendapatkan izin dari kuncen dan ruh penunggu terlebih dahulu.

Dahulu, masyarakat sekitar percaya bahwa ada aturan yang mengatakan bahwa pada hari senin dan kamis, siapapun tidak diperbolehkan memasuki kawasan gunung Manglayang dan tidak boleh melakukan pendakian dalam jumlah rombongan ganjil. Sebab, pada dua hari itu, semua leluhur, termasuk roh Semprani datang ke gunung Manglayang untuk berkumpul.

keindahan Alam di atas gunung Manglayang

Saat itu, banyak sekali hal buruk yang terjadi di gunung Manglayang, hingga akhirnya sekitar 44 sesepuh Jawa Barat berkumpul di gunung Manglayang untuk meminta para roh tidak terlalu mengganggu orang-orang yang datang ke Manglayang, kejadian ini disebut ritual ‘keakuran’ antara roh dan manusia.

Setelah ritual dilakukan di area Batu Kuda dan segala upaya dilakukan oleh para sesepuh. Akhirnya ritual keakuran menghasilkan kesepakatan. Yaitu, siapapun dapat mendatangi gunung Manglayang kapan saja dan berapapun jumlah rombongannya. Dengan syarat, orang-orang yang datang tidak merusak keasrian gunung Manglayang. Tidak boleh mencoreti batu, menguliti pepohonan dan membawa atau mencabut apapun tanpa izin.

Jalur Alternatif menuju Gunung Manglayang dan Curug Cilengkrang Via Kp. Pasirangin Desa Cilengkrang

Disamping abjek Gunung Manglayang juga terdapat Destinasi lain seperti Air terjun Curug Cilengkrang yang jaraknya tidak terlalu jauh berada di kaki gunung Manglayang dan tepatnya berada di Desa Cilengkrang yang menyajikan  lokasi Camping serta Air terjun yang kadang saat cuaca tertentu air nya agak berkurang.

Mitos atau misteri akan selalu hidup sampai kapan pun. Percaya atau tidak, hal terpenting adalah bagaimana kita dalam menyikapi setiap mitos. Apakah akan menjadikannya pelajaran untuk bersikap lebih baik kepada alam atau malah sebaliknya.

Salah satu fiman Allah dalam Alquran antara lain “Dan Dia-lah Tuhan yang mem­ben­tangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buah­an ber­pa­sang-pasangan, Allah menutupkan malam kepa­da siang. Sesungguhnya pa­da yang demikian itu ter­dapat tanda-tanda (kebe­saran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS Al-Ra’d/13:3).

Dan salah satu pelajaran agar kita senantiasa Memiliki sifat tawadhu artinya merasa diri kita biasa saja. Dengan begitu, kita senantiasa akan merendahkahkan diri kepada Allah, karna kita tidak ada apa-apanya dibanding kuasa Allah Swt sang pencipta alam semesta… Wallahu a’lam bish-shawabi.

Editor: Beny

Berita Terkait

Masyarakat Dibuat Penasaran Siapa Sosok Bakal Calon Pendamping Aba IDI
DPRD Jabar Lakukan Penandatanganan Record of Discussion atau RoD dengan DPRD Provinsi Chungcheongnam-do Korea Selatan
Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024
Demo Terus Berlangsung DPD BIN Jatim Nilai Pj Bupati Sampang gagal Ciptakan Iklim Sejuk Dimasyarakat
Bey Machmudin Dampingi Menteri Luhut Binsar Panjaitan Luncurkan Buku Citarum Harum di Nusa Dua Bali
Partai Gerindra Kota Batam Usung Li Claudia Chandra dalam Pilwako 2024
Pansus IV DPRD Jabar Bahas Isu Penting Terkait RPJPD 2025- 2045 dan Pelayanan Dasar Masyarakat
KPP Jawa Barat Bersama KPP Kalimantan Tengah Lakukan Sharing Program Kegiatan 2024
Berita ini 1,250 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:57 WIB

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:38 WIB

Masyarakat Dibuat Penasaran Siapa Sosok Bakal Calon Pendamping Aba IDI

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:42 WIB

“Forest Walk” Destinasi Wisata Alam di Pusat Kota Bandung Yang Wajib dikunjungi

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:51 WIB

Mengapa Kota Bandung Menjadi Magnet Para Wisatawan, Berikut Ulasannya

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:25 WIB

Jawa Barat Provinsi Dengan Perokok Terbanyak Ke-3 di Indonesia

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:54 WIB

Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:02 WIB

Sat Pol PP Kota Bandung Sita 276 Botol Minuman Beralkohol dan 278 Butir Obat Daftar G Tanpa Izin

Rabu, 22 Mei 2024 - 03:49 WIB

Demo Terus Berlangsung DPD BIN Jatim Nilai Pj Bupati Sampang gagal Ciptakan Iklim Sejuk Dimasyarakat

Berita Terbaru