Heboh..! Shalat Ied Di Pesantren Al- Zaytun Laki- Laki Dan Perempuan Campur Satu Saf

- Penulis Berita

Selasa, 25 April 2023 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan Shalat Ied Laki-laki dan Perempuan shalat berjamaan satu saf.ft ist.

Penampakan Shalat Ied Laki-laki dan Perempuan shalat berjamaan satu saf.ft ist.

BandungPuber. Com, Indramayu -Sejumlah foto yang menampilkan jemaah menunaikan Salat Ied di Pondok Pesantren Al-Zaytun, Kabupaten Indramayu membuat geger dan dan beredar di media sosial.

Diunggah di akun Instagram @kepanitiaanalzaytun nampak saf Salat Ied dibuat berjarak. Bahkan, ada jemaah perempuan di saf terdepan.

Jemaah perempuan tersebut pun masih berada di barisan terdepan saat mendengarkan khutbah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, KH Satori mengaku tak paham cara Salat Ied di Ponpes Al-Zaytun tersebut.

Menurut KH Satori, perempuan seharusnya berada di barisan belakang laki-laki, meskipun secara hukum tidak haram dan tidak membatalkan salat.

“Ya, saya tidak tahu praktik. Ada perempuan di depan gitu ya secara hukum tidak haram dan tidak membatalkan tapi tata caranya tidak sesuai dengan tata cara anjuran Rasul tentang saf salat jadi perempuan kan di belakang tidak di depan,” kata KH Satori kepada wartawan, dikutip Senin 24 April 2023.

Sementara, terkait jarak antarjamaah, tidak ada imbauan terkait seperti pandemi Covid-19. Dengan demikian, barisan salat lebih rapat. Terlihat, tak satupun jemaah yang mengenakan masker.

“Sekarang kan sudah tidak ada lagi aturan pembatasan jarak dan sebagainya sudah tidak pandemi lagi tapi tidak tahu ada inisiatif siapa atau aturannya. Secara hukum yang salat itu rapat dan lurus barisannya seperti itu,” ujarnya.

KH Satori mengakui jika Ponpes Al-Zaytun terkesan sangat tertutup bahkan eksklusif. Menurutnya, tidak ada transparansi yang diterima oleh MUI hingga kini.

“Memang Al-Zaytun itu kan pesantren di Indramayu, eksklusif kita tidak bisa intervensi apa-apa dan kalaupun kita tidak suka juga susah, levelnya nasional pun kadang tidak ditanggapin gitu,” jelas Satori.

KH Satori mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atau melakukan intervensi terhadap Ponpes Al-Zaytun.

“Jadi terkait dengan itu, ya kami tidak bisa mengintervensi sebab walaupun berada di Indramayu, masyarakat Indramayu tidak pernah bangga adanya Al-Zaytun di Indramayu gitu,” ujarnya.

“Sebab lagi-lagi ya eksklusif segala sesuatunya tidak mau dicampuri dan tidak ada seseorang pun yang bisa mempengaruhi,” kata KH Satori.

Menurut KH Satori, MUI pernah mendatangi Ponpes Al Zaytun. Namun, pihaknya tidak mendapat penjelasan yang pasti mulai dari tentang sumber dana hingga paham atau aliran yang diajarkan pondok pesantren itu.

“Saya dulu justru itu dulu waktu baru berdiri santrinya baru belasan ribu, saya masuk ke situ, ternyata Al-Zaytun itu susah, tidak transparan, sumber dana dari mana? Dari umat Islam. Ini alirannya apa? Kita ya pokoknya pakai aliran Islam. Gak ada aliran Ahlusunah Waljamaah, pahamnya siapa siapa gak ada,” jelas Satori.

“Karena itu kami tidak pahami tentang Al-Zaytun. Dan kami lebih baik diam daripada ada semacam konflik horizontal antara sesama umat islam,” tandasnya.

Tak pelak, foto tersebut langsung menuai reaksi dari netizen.

Akun @kukuh_fa**** mengaku heran dengan para jamaah yang terkesan orang terdidik semua.

“Yang gw lihat ini orang-orang berpendidikan semua kan ya? Mereka bisa kasih dalil gak, sholat kayak gitu?” tulisnya.

“Aku yang fakir ilmu ini bertanya-tanya apa ada yg bisa jelasin hukum nya kenapa bisa ngga rapat shaf barisan nya dan emak2 bisa nyempil sendiri shaf barisan di depan itu?” ujar akun @dj***anto.

“Zaytun sih ga aneh… ati2 yg sekolahin anak2nya disana.. jgn melihat kemewahannya aja,” tulis akun @ap***svn.***

 

Editor: Beny

Berita Terkait

Bey Machmudin Dampingi Menteri Luhut Binsar Panjaitan Luncurkan Buku Citarum Harum di Nusa Dua Bali
Rapat Paripurna DPRD Jabar Bahas Rekomendasi dan LKPJ Gubernur Jabar Tahun Anggaran 2023
Apartemen Gardenia Bogor Dinyatakan Pailit Oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat
Anggota Komisi V DPRD Jabar Hj. Siti Muntamah Menerima Kunjungan Sekolah SMPN 7 Membahas Terkait Karakter yang Wajib Dimiliki Pemimpin
Turun Langsung ke TKP Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang, Kakorlantas: Pemeriksaan Awal Tak Temukan Jejak Rem di Lokasi
Ketua Pansus II Hj. Siti Muntamah Berharap Para Disabilitas Memperoleh Kesetaraan Hak Yang Sama
Hj. Siti Muntamah Peroleh Penghargaan PKS Jabar Award 2024, Sebagai Caleg Perempuan Dengan Perolehan Suara Terbanyak
Anggota DPRD Jabar Rita Puspita Melaksanakan Penyebarluasan Perda Tentang Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 03:07 WIB

Plh Sekda Kota Bandung Hikmat Ginanjar Sebut Para ASN Harus Promosikan Wisata Kota Bandung

Selasa, 28 Mei 2024 - 01:55 WIB

Buntut Kecelakaan Truk di Cimahi Akibatkan 1 Meninggal dan Sejumlah Luka-Luka, Bey Machmudin: “Saya Akan Panggil Kadis Perhubungan” !

Selasa, 28 Mei 2024 - 01:45 WIB

Pemilihan Gubernur Jabar 2024 Resmi Diluncurkan Pj Gubernur Bey Machmudin

Selasa, 28 Mei 2024 - 01:33 WIB

Dinilai Berhasil dalam Penerapan SPBE Kota Terbaik, Pemkot Bandung Peroleh Penghargaan dari KemenPAN-RB

Senin, 27 Mei 2024 - 00:46 WIB

Danpusdikbekang Taekwondo Championship 2024 Jaring Atlit Berbakat Punya Mental Juara

Senin, 27 Mei 2024 - 00:34 WIB

Mendalami Makna Nilai Insyaallah sebagai Upaya Menggapai Puncak Kesadaran Tauhid

Sabtu, 25 Mei 2024 - 14:58 WIB

Kawasan Wisata Yang Satu Ini Mirip Seperti di Soul Korea Selatan

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:57 WIB

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda

Berita Terbaru