Kajian Ahad Ust. Sofyan Sauri: “Kemuliaan yang Diraih Orang-Orang yang Bersungguh-Sungguh di Penghujung Ramadan”

- Penulis Berita

Minggu, 30 Maret 2025 - 04:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd. (Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia).

Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd. (Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia).

BandungPunyaBerita. Com, – Kajian Ahad edisi akhir Ramadan 30 Maret 2025/ 1446 H, bersama Ust.Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd. dengan tema “Meraih Kemuliaan di Penghujung Ramadan”, yang redaksi rangkum berikut ini.

Kadungan isi surah Al Baqarah ayat 63.

Landasan Teologis

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَۗ خُذُوْا مَآ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Artinya : (Ingatlah) ketika Kami mengambil janjimu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya agar kamu bertakwa.’’ (QS. Al-Baqarah : 63)

Interpretasi Para Mufasir

1.Tafsir Ibnu Katsir
Abul Aliyah dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa biquwwah artinya dengan taat. Menurut Mu­jahid, biquwwah artinya mengamalkan apa yang terkandung di dalam­nya. Qatadah mengatakan, yang dimaksud dengan quwwah ialah ke­sungguhan; jika tidak, niscaya Aku akan melemparkan bukit ini kepa­da kalian. Akhirnya setelah diancam demikian mereka mau meme­gang apa yang diberikan kepada mereka.

Abul Aliyah dan Ar-Rabi’ mengatakan sehubungan dengan fir­man-Nya: “dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya”. Artinya, bacalah dan amalkanlah apa yang terkandung di dalam kitab Taurat.

  1. Tafsir An-Nafahat Al-Makkiyah
    Surat Al-Baqarah ayat 63 ini menyebutkan tentang bani israil yang terikat dengan amalan yang Allah syariatkan kepada mereka di dalam kitab Taurat serta beriman kepara rasul-Nya. Kemudian Allah menakuti mereka dengan diangkatnya gunung Thur sampai menaungi di atas kepala-kepala mereka dan Allah memerintakan mereka agar bersungguh-sungguh menerapkan Taurat. Jika tidak, maka mereka akan dijatuhi gunung tersebut.

Allah juga memerintahkan mereka agar berpegang teguh dengan kitab Taurat secara ucapan dan perbuatan agar mereka dijauhkan dari azab Allah dan kemarahan-Nya.

Allah berfirman :
۞ وَاِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَاَنَّهٗ ظُلَّةٌ وَّظَنُّوْٓا اَنَّهٗ وَاقِعٌۢ بِهِمْۚ خُذُوْا مَآ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَࣖ ۝
Artinya: (Ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung (dari akarnya) ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Kami berfirman kepada mereka,) “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu bertakwa.”

  1. Tafsir Aisarut Tafasir
    Makna ayat :

Allah Ta’ala menceritakan kejadian yang menimpa generasi Yahudi terdahulu mengenai kejadian yang terjadi, mudah-mudahan mereka dapat mengambil pelajaran. Allah Ta’ala mengingatkan orang-orang Yahudi tentang kejadian tatkala mereka tidak mau untuk mengambil tanggung jawab mengamalkan kitab Taurat dan terus menerus seperti itu sampai Allah mengangkat gunung Tursina di atas mereka, gunung itu seakan-akan siap dijatuhkan di atas kepala mereka.

Pelajaran dari ayat :

-Kewajiban menepati pernjanjian dan kesepakatan.

-Kewajiban mengambil hukum syariat dengan penuh keteguhan, mengingatnya, serta tidak melupakan atau pura-pura lupa.

Nilai-Nilai Pendidikan

1. Nilai Amanah

Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga amanah setelah janji yang kita ucapkan. Berbuatlah sesuai apa yang Allah syariatkan, janganlah kita sewenang-wenang melanggar janji kepada Allah setelah kebenaran datang kepada kita. Janji Allah itu benar dan berbuatlah dengan penuh ketaatan kepada Allah karena melanggar janji setelah datang kebenaran itu mendatangkan murka Allah dan azab-Nya.

  1. Nilai Taat

Ayat ini mendidik kita agar taat kepada Allah, beriman kepada Rasul-Nya dan memegang teguh apa yang Allah telah turunkan kepada kita serta mengamalkan dalam ucapan, perbuatan dan memegang teguh amanat-Nya sebagai pedoman hidup agar selamat di dunia dan akhirat. Ketaatan ini merupakan nikmat yang sangat besar untuk mendapat keridhaan, petunjuk dan rahmat-Nya.

  1. Nilai Takwa

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa ketakwaan itu butuh latihan dan keistiqamahan sebagaimana disebutkan dalam ayat ini agar kita harus memenuhi janji, berpegang teguh atas apa yang Allah turunkan dan mengingat semua aturan Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ramadan telah mengajarkan banyak jalan untuk bertakwa maka kita harus istiqamah amalkan di bulan-bulan berikutnya.

Penghujung Ramadan

Di penghujung Ramadan, kita diajak untuk mensyukuri segala nikmat Allah terutama nikmat iman. Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih ketakwaan dan kesabaran. Rasa syukur atas bulan ini dapat diwujudkan dengan hati, lisan, dan perbuatan.

Bersyukur dengan hati berarti menyadari bahwa Ramadan adalah anugerah besar yang mendekatkan kita kepada Allah. Bersyukur dengan lisan adalah memperbanyak doa, istighfar, dan takbir sebagai tanda pengagungan. Sedangkan bersyukur dengan perbuatan berarti menjaga kebiasaan baik dari Ramadan, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.

Ramadan akan segera pergi, kedatangannya terasa begitu cepat berlalu, seolah hanya sebentar kita diberi kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah di bulan mulia. Namun kebiasaan baik yang kita bangun di bulan Ramadan harus kita pertahankan serta istiqamah diamalkan di bulan-bulan berikutnya yang mengantarkan kita memperoleh keridaan Allah SWT.

Allah berfirman :

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَࣖ ۝٦٩

Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al-Ankabut : 69)
Dalam ikhtiar itu maka di hari yang tersisa di Ramadhan yang mulia ini, para ulama mengajak kita meningkatkan ikhtiar menuju kepada Allah dengan ibadah, tilawah, dzikir, munajat, dan air mata.

Sebagian ulama berkata lupakan malam-malam tertentu, tingkatkan saja amal ibadah dengan niat yang ikhlas di hari yang tersisa dengan niat mengikuti sunnah nabi, maka Lailatul Qadar pasti akan menghampiri.

Sungguh sepuluh hari terakhir Ramadan adalah waktu yang spesial, tapi bagi Allah yang lebih spesial lagi adalah amal kita di dalamnya.

Meraih Kemuliaan di Penghujung Ramadan
Ini adalah waktu utama untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan meraih ampunan-Nya sehingga kita memperoleh kemuliaan bulan suci Ramadan.

Sepuluh hari terakhir Ramadan bukan sekadar hari-hari penutup, melainkan puncak dari seluruh ibadah kita selama sebulan penuh.

Demikian kita harus memperbanyak munajat kepada Allah SWT agar diberi kesempatan untuk kembali bertemu dengan Ramadan di tahun-tahun berikutnya. Dan menjadikan Ramadan tahun ini penuh dengan keutamaan, keistimewaan dan meraih kemuliaan bulan penuh ampunan.

Rasulullah Saw bersabda mengenai keutamaan dan kemuliaan bulan suci Ramadan dalam hadisnya,

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya :

Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR Ahmad)

Kemuliaan yang Diraih Orang-Orang yang Bersungguh-Sungguh di Penghujung Ramadan

1. Meraih Malam Kemuliaan (Lailatur Qadar)
Mereka yang bersungguh-sungguh menghidupkan penghujung Ramadan mendapat kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Rasulullah Saw bersabda :

اِلْتَمِسُوْهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan. Bila salah seorang diantara kamu merasakan lemah atau lelah, maka jangan kamu kalah dalam mencarinya pada tujuh malam terakhir (bulan Ramadhan)”.  (HR. Muslim : 1989)

  1. Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu
    Mereka yang bersungguh-sungguh menghidupkan bulan Ramadan dengan iman dan mengharapkan pahala maka Allah mengampuni dosa-dosanya.

Rasulullah Saw bersabda :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
(HR Bukhari dan Muslim)

  1. Puasa dan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak di hari kiamat.

Mereka yang bersungguh-sungguh mengisi Ramadan dengan berpuasa karena Allah dan rajin membaca Al-Qur’an kelak keduanya akan menjadi syafa’at di akhirat

Rasulullah Saw bersabda :

اَلصِّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ
Artinya :
Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari” Al-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat. (HR Ahmad)

  1. Memperoleh balasan langsung dari Allah
    Rasulullah Saw bersabda :

“كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ”

“Segala amal perbuatan anak Adam yakni manusia itu adalah untuknya, kecuali berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan langsung balasan dengannya.” (HR Bukhari)

  1. Doanya mustajab

Seseorang yang berpuasa doanya mustajab, oleh karena itu kesempatan di penghujung Ramadan kita maksimalkan dengan banyak berdoa.

Rasulullah Saw bersabda :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya. (HR. Baihaqi)

Cara Meraih Kemuliaan di Penghujung Ramadan

  1. Bersungguh-sungguh mengisi waktu akhir RamadanRasulullah Saw bersabda :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)

  1. Memperpanjang salat malam dan i’tikaf

Rasulullah Saw bersabda :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشَرَ اْلأَوَاخِـرَ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَةً وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Jika masuk sepuluh hari terakhir, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dan membangunkan isteri-isterinya.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Bersedekah karena sedekah di bulan Ramadan paling mulia

Rasulullah Saw bersabda :

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فِيْ رَمَضَانَ

Rasulullah saw pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan” (HR Tirmidzi).

  1. Memperbanyak Doa

Rasulullah Saw bersabda :

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, selamatkanlah aku untuk menghadapi Ramadhan, selamatkanlah Ramadhan itu untukku, dan selamatkanlah Ramadhan itu dari (perbuatan maksiatku), sehingga (ibadahku) diterima.”
(H.R. Thabrani dan Dailamy)

  1. Membaca, mentadabburi Al-Qur’an serta mengamalkannya

Allah berfirman :

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ۝٣

Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.
(QS. Dukhan : 3)

Kisah Teladan

Di zaman Nabi Muhammad Saw, ada seorang sahabat yang sangat istimewa bernama Abu Thalhah. Dia adalah orang yang sangat rajin berpuasa.

Diceritakan bahwa Abu Thalhah hanya tidak berpuasa pada hari-hari yang dilarang, seperti hari raya atau saat sakit. Selain itu, dia juga selalu melaksanakan salat malam dan berjuang di jalan Allah.

Abu Thalhah ikut dalam banyak perang, seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Hunain. Di Perang Badar, dia membantu kaum Muslim meraih kemenangan yang besar.

Meskipun sudah tua, semangat Abu Thalhah untuk berjuang tidak pernah pudar. Suatu hari, anak-anaknya berkata, “Ayah, kau sudah tua. Kenapa tidak istirahat saja dan biarkan kami melanjutkan perjuanganmu?“

Abu Thalhah menjawab, “Anakku, kita harus selalu berjuang di jalan Allah. Seperti yang Allah katakan dalam QS. At-Taubah ayat 41.
Allah berfirman :

اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝٤١

Berangkatlah kamu (untuk berperang), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. At-Taubah : 41)

Sayangnya, perjuangan Abu Thalhah harus terhenti. Dia wafat saat berjuang dan dalam keadaan berpuasa. Ketika pasukan Muslim mencari tempat untuk menguburkannya, mereka tidak menemukan pulau selama tujuh hari.

Ajaibnya, jasad Abu Thalhah tetap utuh dan terlihat seperti orang yang sedang tidur. Semua orang percaya bahwa ini adalah berkah dari amal puasa yang dilakukannya dengan rajin.

Demikian Kajian Ahad edisi akhir Ramadan Maret 2025/ 1446 Hijriyah, bersama Ust. Prof. Dr. H. Sofyan Sauri. M.Pd. Semoga bermanfaat.

Penutup.

DOA

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا رَمَضَانَ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا، وَتَقَبَّلْ مِنَّا قِيَامَنَا، وَتَقَبَّلْ مِنَّا رُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا”

“Ya Allah, terimalah ibadah puasa kami di bulan Ramadan, terimalah salat kami, terimalah qiyam kami, terimalah ruku’ dan sujud kami.”. (HR. Ibnu Majah)

 

Editor: Beny

Berita Terkait

Ini Target Wali Kota Bandung: “Habis Lebaran Kita Gas! Ujungberung 100 Persen Bebas Sampah”
Hj. Siti Muntamah Sampaikan Pesan Kepada Masyarakat yang Hendak Mudik Lebaran
Situasi Darurat dan Tindakan Premanisme Laporkan Ke Bandung Siaga 112
Perhutani KPH Bandung Utara dan PT Indomarco Prismatama Tandatangani Perjanjian Kerja Sama
Perhutani Bagikan Takjil Gratis Kepada Masyarakat di Bandung
Sambut Libur Idul Fitri, Perhutani Lakukan Pembenahan Wahana Wisata di Lembang
Tinggal Menghitung Hari Umat Muslim Dunia Akan Rayakan Hari Kemenangan, Ini Tradisi Rayakan Kemenangan di Bandung
Luar Biasa 4 Hari Diluncurkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Peroleh Rp76,3 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 26 Maret 2025 - 11:41 WIB

Tingkatkan Imtak, Polres Sampang Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H Dan Buka Puasa Bersama

Minggu, 23 Maret 2025 - 15:20 WIB

Wakil Ketua DPRD Batam Diduga Terlibat Penyempitan DAS yang Sebabkan Banjir

Kamis, 20 Maret 2025 - 14:23 WIB

Gerakan Sosial dan Lingkungan, Topang Negeri Indonesia Resmi Berdiri

Rabu, 19 Maret 2025 - 06:32 WIB

Kapolri Menetapkan Status Gugur dalam Tugas dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta Kepada 3 Anggota Polisi Korban Penembakan

Jumat, 14 Maret 2025 - 13:24 WIB

Pasar Murah dan Bagi-Bagi Takjil, Polres Sampang Wujudkan Kepedulian terhadap Masyarakat

Kamis, 13 Maret 2025 - 14:52 WIB

Keluarga Pasien Berterima Kasih atas Pelayanan Ruang ICCU yang Sigap dan Profesional

Senin, 10 Maret 2025 - 14:51 WIB

Polres Sampang dan Tim Satgas Pangan Sidak Pasar

Jumat, 21 Februari 2025 - 06:41 WIB

Direktur Media Kabarbangsa. Com, Mengucapkan Selamat Kepada Pasangan H. Slamet Junaedi dan R.K.H Abdul Qodir Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sampang 2025-2030

Berita Terbaru

Usai Pengukuhan 2 Perwira AD di Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI yang digelar di Stadion Perkasa Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis, (27/3/2025).

Jakarta

Dua Pastor Katolik Resmi Jadi Perwira Rohani TNI AD

Kamis, 3 Apr 2025 - 02:24 WIB