BandungPuber. Com — Ternyata Kecamatan Cimaung yang menjadi tempat pemekaman Emmeril Khan Muntadz alias Eril membawa dampak tersendiri, Ribuan warga berbondong-bondong datang untuk berziarah ke makam Eril, di Cimaung Kabupaten Bandung. Warga menginginkan agar lokasi pemakaman Eril menjadi tempat wisata religi.
“Sejak kemarin-kemarin (sebelum dimakamkan) banyak warga yang datang ke sini untuk sekadar melihat tempat sekitar,” kata Darya salah seorang warga Cimaung, Selasa (14/6/2022).
Warga yang datang pun tak hanya dari Jabar. Beberapa di antaranya berasal dari luar Jabar.
Darya mengatakan almarhum Eril memang dikenal warga setempat sebagi pemuda baik, sering menolong, dan tidak suka pamer.
” Kakek Neneknya serta Ibunya kan asli orang sini. Jadi kalau lagi liburan sekolah dia suka jalan di sini ke Gunung Puntang sambil bagi-bagi sedekah ke warga yang ditemui,” kata Darya
Darya berharap tempat itu menjadi berkah dengan adanya pemakaman Eril, karena di dekat makam juga tengah dibangun masjid besar dengan asitektur berbeda dari masjid pada umumnya.
“Ini akan jadi tempat wisata religi dengan dibangunnya masjid ini oleh Pak Emil. Karena bentuk masjidnya unik,” tururnya.
Pemakaman almarhum Eril selesai sekitar jam 12.00 berbarengan dengan suara adzan dzuhur.
“Di saat yang istimewa ini, kami mohon doa untuk penyelesaian masjid. Bukan untuk siapa-siapa, semata-mata sebagai dakwah kami dan untuk kepentingan masyarakat,” kata Kang Emil, Senin (13/6/2022).
“Mudah-mudahan pembangunan masjid ini bisa selesai secepatnya atas dorongan doa dari semuanya. Dengan mengucap bismillahir-rahmanir-rahim, kami namakan masjid ini Al Mumtadz, yang berarti yang terbaik, insya Allah,” tambah Kang Emil.
Arsitektur Masjid Al Mumtadz terlihat unik, tidak seperti bangunan masjid pada umumnya. Al Mumtadz terdiri dari semacam potongan-potongan bambu runcing yang tersusun mengerucut pada bangunan utama. Adapun di sekeliling masjid dipagari oleh bentuk yang sama dengan susunan melingkar.
Saat ini tahapan pembangunan sudah terlihat fondasi dan tiang-tiang utama yang kokoh. Warga sekitar berharap, Masjid Al Mumtadz dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, dan keberadaan masjid akan menambah keindahan kawasan Cimaung.
“Kalau sudah jadi (masjid) ini mah, bisa jadi tempat wisata nantinya, selain tentu yang utama sebagai tempat ibadah. Tuh, lihat bangunannya saja unik, menarik seperti gaya Timur Tengah,” ungkap Darya (39), warga Cimaung, sambil menunjuk gambar masjid yang terpasang di baliho.
Namun Darya tak mengetahui kapasitas atau daya tampung masjid tersebut bisa menampung berapa banyak jemaah.
“Oh, kalau itu mah, saya kurang tahu, tapi kelihatannya (daya tampung) banyak juga kalau melihat luasnya,” ucap Darya.
Masjid Al Mumtadz diakui Kang Emil diambil dari nama belakang almarhum Eril, Emmeril Kahn Mumtadz.
“Masjid yang paling baik artinya, mudah-mudahan menjadi sebuah tempat yang mulia, kebetulan diambil dari nama akhir putra kami, Emmeril Kahn Mumtadz,” ungkap Kang Emil.
“Semoga ini menjadi kenangan yang abadi dan amal jariah almarhum putra kami,” pungkasnya.
Editor: Beny