Kemandirian Energi Mustahil Terwujud Bila Abaikan Empat Kedaulatan Ini

- Penulis Berita

Selasa, 12 Desember 2023 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNGPUBER. COM, Riau – Kedaulatan itu hanya dapat tercapai ketika kita memahaminya, memperjuangkan, mengaktualisasikannya. Kedaulatan Energi pun sama seperti itu. Indonesia tanpa energi tentu tidak akan ada aktivitas di segala bidang, karena itu perlu diperjuangkan, demikian pernyataan awal dari Aktivis Energi dan Pengamat Maritim IKAL SC, DR. Capt. Marcellus Jayawibawa, SSiT, M.Mar, saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Dewan Energi Mahasiswa Riau, bertajuk “Energi untuk Rakyat Riau Berdaulat” yang digelar secara daring, Minggu (10/12).

Indonesia itu terdiri dari 17.504 pulau dimana 6000 berpenghuni, Sumatera salah satu Pulau terbesarnya dan total wilayah Indonesia 2/3 adalah lautan. Dan jika berbicara Kedaulatan menurut DR Marcellus yang mengutip pendapat dari Jean Bodin, “Kedaulatan yaitu dengan mengasosiasikan kedaulatan dengan negara, sehingga kedaulatan merupakan atribut negara. Dalam pengertian ini, kedaulatan dipandang mengekspresikan kapasitas untuk menjalankan kewajiban dan mempunyai hak serta kemampuan untuk melakukan tindakan.”

“Indonesia sendiri mengakui Kedaulatan itu ada tiga, yaitu kedaulatan energi, kedaulatan ekonomi, kedaulatan pangan. Saya memasukan satu lagi menjadi empat Kedaulatan yakni Kedaulatan Maritim, karena saya Pengamat Maritim. Ketiga Kedaulatan ini tidak bisa dipisahkan dengan Kedaulatan keempat. Kita tidak berdaulat Energi maka kita juga tidak akan berdaulat ekonomi dan pangan. Ketiga Kedaulatan itu tidak akan terwujud secara utuh jika kita tidak mempunyai kedaulatan maritim. Karena kita memiliki 17.504 Pulau kecuali kita sebuah benua maka Kedaulatan Maritim tidak diperlukan,” katanya.

Kedaulatan adalah suatu hak eksklusif untuk menguasai suatu wilayah pemerintahan. Kedaulatan Energi mengutip pendapat Tumiran UGM Yogyakarta kata Marcellus adalah hak negara dan bangsa untuk secara mandiri menentukan kebijakan pengelolaan energi untuk mencapai kemandirian dan ketahanan energi.

Definisi ketahanan energi menurut Dewan Energi Nasional adalah suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Kemandirian energi adalah kemampuan negara dan bangsa untuk memanfaatkan
keanekaragaman energi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi dan kearifan lokal yang bermartabat.

Kedaulatan Energi adalah kemampuan bangsa untuk menetapkan kebijakan, mengawasi pelaksanaannya dan memastikan jaminan ketersediaan energi selaras dengan tujuan dan kepentingan nasionalnya melalui implementasi strategis dinamis sesuai dengan tuntutan dinamika dan konstelasi global, regional dan nasional yang berubah.

Makna energi bagi masyarakat Riau sendiri menurut Marcellus adalah akses energi yang terjangkau dimana masyarakat membutuhkan akses energi yang terjangkau agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Karena itu Marcellus mendorong Dewan Energi Mahasiswa untuk mulai memikirkan ke arah energi yang berkelanjutan. Mahasiswa harus memikirkan pentingnya energi yang berkelanjutan bagi masyarakat adalah untuk menjaga
keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia.

Dewan Energi Mahasiswa (DEM) diharapkan mulia berpikir untuk menjadikan Riau berdaulat energi. Karena Riau memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah, seperti minyak bumi, gas alam, dan energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya.

Untuk mencapai pemanfaatan optimal lanjut DR Marcellus, DEM agar dapat mengawal komitmen Riau untuk memanfaatkan sumber daya energi secara optimal, dengan mengembangkan teknologi dan infrastruktur yang mendukung penggunaan energi yang efisien dan ramah lingkungan.

Untuk mencapai kemandirian energi DR. Marcellus menyarankan agar DEM untuk membuat Program dan Kegiatan seperti penelitian energi antara lain pertama, Pemanfaatan energi terbarukan: energi matahari, energi angin, energi air dan panas bumi.

Program kedua, pengembangan teknologi penyimpanan energi seperti baterai, superkapasitor dan bahkan hidrogen. Program ketiga peningkatan efisiensi energi di berbagai sektor: Transportasi, industri dan bangunan. Keempat, pengembangan teknologi untuk mengurangi emisi rumah kaca

DEM juga didorong untuk menjalin kerjasama dengan stakeholder. DEM mengutus anggotanya berpartisipasi dalam program magang atau internship di pemerintah atau industri. Sehingga bisa belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang energi. DEM dapat bekerja sama dengan
pemerintah atau industri dalam melakukan penelitian atau pengembangan. DEM dapat menjadi anggota dari organisasi atau komunitas yang bekerja sama dengan pemerintah atau industri.

Kampanye Kesadaran Energi

Kampanye Penggunaan energi terbarukan, Mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi
terbarukan, seperti energi matahari, energi angin,dan energi air.

Kampanye Penghematan Energi Di rumah tangga. Mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat tentang cara-cara menghemat energi rumah tangga, seperti menggunakan peralatan hemat energi, mematikan lampu saat tidak digunakan, dan mengurangi penggunaan AC. Kampanye Penghematan Energi Di sekolah. Mahasiswa dapat mengedukasi siswa dan guru tentang cara-cara menghemat energi sekolah, seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan hemat energi, dan mengurangi penggunaan pendingin ruangan. (Dodi).

Berita Terkait

Tensi Politik Memanas: Ribuan Massa Kepung Kantor Pemkab Sampang
Johanes Gluba Gebse Kandidat Dengan Elektabilitas Terunggul Sebagai Calon Gubernur Papua
Tim Pemanjat Putri TRAMP Luncurkan Ekspedisi Pemanjatan Tebing Parang TRAMP
Dana Dimakan Marketing BCA Multifinance, Rekening Nasabah di Debit Bayar Cicilan
Hakim MK Guntur Hamzah Kembali Akan Dilaporkan Terkait Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara
SIARAN PERS DK PWI PUSAT. Wahai Hendry Ch Bangun Yang Terhormat Tinggalkan Segera Cawe Cawe Itu !!!! Patuhilah Rekomendasi Dewan Kehormatan PWI Pusat
Jelang Pilkada 2024 Dukungan Terus Mengalir Kepada Calon Bupati Sampang H. Slamet Junaidi
Perjalanan Anak Petani dari Kepala Kamar Mesin ke Kursi Bakal Calon Bupati Lembata
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 14:58 WIB

Kawasan Wisata Yang Satu Ini Mirip Seperti di Soul Korea Selatan

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:57 WIB

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:42 WIB

“Forest Walk” Destinasi Wisata Alam di Pusat Kota Bandung Yang Wajib dikunjungi

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:25 WIB

Jawa Barat Provinsi Dengan Perokok Terbanyak Ke-3 di Indonesia

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:04 WIB

DPRD Jabar Lakukan Penandatanganan Record of Discussion atau RoD dengan DPRD Provinsi Chungcheongnam-do Korea Selatan

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:54 WIB

Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:02 WIB

Sat Pol PP Kota Bandung Sita 276 Botol Minuman Beralkohol dan 278 Butir Obat Daftar G Tanpa Izin

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:01 WIB

KPK RI Apresiasi Pemkot Bandung dan Menjadikan Bandung Sebagai Contoh dalam Menanamkan Nilai- Nilai Integritas di Indonesia

Berita Terbaru