Memaksimalkan Akhir Ramadan dengan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah dan Amal Saleh

- Penulis Berita

Minggu, 7 April 2024 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar UPI Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd. saat mengisi Kajian Ahad, (7/4/2024).

Guru Besar UPI Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd. saat mengisi Kajian Ahad, (7/4/2024).

BANDUNGPUBER. COM, Kota Bandung – kajian Ahad Ramadan bersama Guru Besar Universitas Pendidikan (UPI) Prof. Dr. H. Sofyan Sauri. M.Pd kali ini membahas tentang isi surah Al Baqarah 148 yaitu Memaksimalkan Akhir Ramadan dengan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah dan Amal Saleh. Berikut yang dirangkum tim redaksi BandungpunyaBerita.Com.

  1. Al-Baqarah Ayat 148,

Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah : 148).

Interpelasi para Musafir

Dalam Tafsir Ibnu Katsir

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan pengertian ‘tiap-tiap umat mempunyai kiblatnya yang ia menghadap kepadanya’ ialah semua pemeluk agama. Dengan kata lain, tiap-tiap kabilah mempunyai kiblatnya sendiri yang disukainya, dan kiblat yang diridai oleh Allah ialah kiblat yang orang-orang mukmin menghadap kepadanya.

Abul Aliyah mengatakan bahwa orang-orang Yahudi mempunyai kiblatnya sendiri yang mereka menghadap kepadanya, dan orang-orang Nasrani mempunyai kiblatnya sendiri yang mereka menghadap kepadanya. Allah memberikan petunjuk kepada umat Muhammad, kepada kiblat yang merupakan kiblat yang sesungguhnya.

Mujahid mengatakan dalam riwayat yang lain bahwa Allah memerintahkan kepada semua kaum agar salat menghadap ke arah Ka’bah.

Allah SWT berfirman senada dengan ayat di atas :

….لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًاۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ ۝٤٨

…..Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang selama ini kamu perselisihkan. (QS. Al-Maidah : 48)

Dalam Tafsir Al-Muyassar

Ayat ini menjelaskan bahwa bagi tiap-tiap umat ada kiblat yang masing-masing darinya menghadap kepadanya dalam ibadah salatnya, maka bersegeralah –wahai orang-orang yang beriman- untuk berlomba dalam mengerjakan amal-amal saleh yang disyariatkan Allah untuk kalian dalam Islam. Dan Allah akan menghimpun Kalian semua pada hari kiamat dari daerah manapun kalian berada. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dalam An-Nafahat Al-Makkiyah

Surat Al-Baqarah ayat 148: Allah mengabarkan setiap pengikut agama memiliki syariat dan kiblat yang beribadah mengarah padanya.

Dalam kitab Taisir Al Karimir Rahman

Syekh Abdurrahman Nasir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan: “Siapa saja yang ketika di dunia dia bersegera dalam melakukan kebaikan, maka di akhirat dia adalah orang yang lebih dulu masuk ke dalam Surga.”

Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Jika engkau melihat orang lain mengunggulimu dalam hal dunia, maka kalahkanlah ia dalam hal akhirat.”

Wuhaib bin Al Ward rahimahullah mengatakan, “Jika engkau mampu tidak ada yang bisa mengalahkanmu dalam hal akhirat, maka lakukanlah.”

Sebagian ulama mengatakan, “Jika engkau mendengar ada yang lebih taat pada Allah darimu, seharusnya engkau bersedih karena telah kalah dalam hal ini.

Nilai-Nilai Pendidikan,

1.Mendidik hamba-Nya agar senantiasa bertakwa dan beriman kepada Allah serta menguatkan ketauhidan

  1. Mengajarkan hambanya agar berlomba-lomba membuat kebaikan dan beramal saleh

 

  1. Mendidik hamba-Nya untuk menjadi pribadi yang berakhlak

4.Menanamkan cinta kepada Allah dengan senang melaksanakan perintah-nya.

Kualitas & Kuantitas

Kualitas Adalah tingkat baik buruknya sesuatu, Sedangkan kuantitas seringkali digunakan sebagai tolak ukur terhadap jumlah atau nilai yang daapat dihitung dengan pasti.

Amal Saleh

Amal salaeh adalah segala perbuatan sungguh-sungguh yang bertujuan untuk menunaikan ibadah atau kewajiban agama salain mendatangkan pahala, amal saleh juga bisa menjadi pelengkap keimanan seseorang.

 

Penghujung Ramadan

Kita sekarang berada di penghujung bulan yang mulia, maka marilah kita manfaatkan waktu di bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya.

Mari kita isi dengan berbagai ibadah dan amal saleh, karena sesungguhnya bisa jadi ini merupakan Ramadan yang terakhir bagi kita karena hidup adalah rahasia Allah SWT.

Sungguh bergembiralah bagi umat Islam yang mendapati Ramadan, lalu dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah SWT dan sungguh merugilah bagi mereka yang mendapati bulan Ramadan, namun dosanya tidak diampuni.

 

Rasulullah Saw bersabda :

بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِيهِ (رواه الطبراني وغيره)

Sungguh merugi orang yang mendapati Ramadan, tapi tidak diampuni dosanya

(HR Ath-Thabarani).

 

Ada lima pesan Rasulullah ﷺ  kepada Abu Hurairah yang penting kita perhatikan sebagai bentuk peningkatan kualitas ibadah dan amal saleh.

Rasulullah Saw. bersabda :

اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ، وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ، وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا، وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا، وَلَا تَكْثُرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكَ تُمِيتُ الْقَلْبَ

 

Artinya:

“Hindarilah segala macam bentuk perkara yang haram, niscaya kamu akan menjadi orang yang paling beribadah kepada Allah. Relakan atas apa yang Allah bagikan kepadamu, kamu akan menjadi orang yang paling kaya. Perbaikilah hubunganmu dengan tetangga, kamu akan jadi orang yang beriman. Cintailah manusia sebagaimana kamu mencintai diri kamu sendiri, kamu pasti akan jadi orang muslim sejati. Janganlah kamu memperbanyak tertawa, sesungguhnya tertawa itu bisa mengakibatkan hati mati.” (HR. Ahmad: 8095)

 

Bagaimana Cara Memaksimalkan Akhir Ramadan dengan Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Amal Saleh

  1. Beribadah hanya mengharap ridha-Nya

Rasulullah Saw. Bersabda :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang mengerjakan salat pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni.”

(HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad, dari Abu Hurairah RA)

  1. Menjauhi Perkara yang Sia-sia dan Kata-kata Kotor

Rasulullah Saw. Bersabda :

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرْبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

Bukanlah puasa itu sebatas menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi puasa adalah menjauhi perkara yang sia-sia dan kata-kata kotor.”  (HR. Ibnu Khuzaimah no.1996 dan tahqiq Syaikh Al-A’zami berkata, ”Shahih”)

3.Senantiasa bertaubat dan memohon ampunan

Allah berfirman :

اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْۤءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولٰۤىِٕكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

  1. Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (QS. An-Nisa : 17).

4.Mengeluarkan Zakat Fitrah Sebahai Pembersih

Rasulullah Saw bersabda :

فَرَضَ رَسُولُ اللهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ الرَّفَثِ وَاللَّغْوِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

‘’Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia, dan ucapan tidak baik, dan sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum shalat hari raya maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah shalat hari raya maka termasuk sedekah biasa” (HR Abu Daud).

5.Istikamah dalam menjalankan ibadah amal saleh

Allah berfirman :

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ ۝١٣

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap istikamah, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih. (QS. Al-Ahqaf : 13)

  1. Evaluasi Muhasabah

Allah berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١٨

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr : 18).

 

 Kisah Teladan

Rasulullah Saw. ketika memasuki 10 terakhir Ramadan semakin memaksimalkan ibadah. Beliau menghidupkan malam dengan ibadah.

Saat hari terakhir, beliau menangis karena sebentar lagi ditinggal bulan mulia itu.
Suatu ketika Rasulullah pernah berkata, apabila malam terakhir bulan Ramadan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Muhammad Saw. Kemudian sahabat bertanya tentang musibah apa yang akan menimpa mereka. Rasulullah menjawab: “Perginya bulan Ramadan, karena di bulan Ramadan itu semua diijabah, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksa ditolak (dihentikan),” (Diriwayatkan dari Jabir).

Sementara, belum tentu kita dipertemukan kembali dengan bulan suci pada tahun berikutnya. “Sekiranya umatku ini mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadan, niscaya mereka menginginkan agar tahun semuanya itu menjadi Ramadan,” (Diriwayatkan dari Ibnu Abbas).

Kisah itu termaktub dalam kita sirah Ashabun Nabi karya Syaikh Mahmud al- Misri dan siyar alam An-Nubala, karya Imam Adz-Dzahabi. Setelah salat ashar saat Ramadan dan setelah seharian beliau tampak sedih karena Ramadan akan segera berakhir, Ali kemudian pulang dari Masjid, saat sampai dirumah, dia disambut sang istri tercinta.Sayyidina Fatimah Az-Zahra dengan pertanyaan penuh perhatian.

“Kenapa engkau terlihat pucat, kekasihku ? Tak ada tanda-tanda keceriaan sedikitpun diwajahmu, padahal sebentar lagi kita akan menyambut hari kemenangan?” ungkap Fatimah

Ali hanya terdiam lesu. Tak berapa lama dia meminta pertimbangan sang istri untuk menyedekahkan semua simpanan pangannya kepada fakir miskin. “Hampir sebulan kita mendapat pendidikan dari Ramadan, bahwa lapar dan haus itu teramat pedih. Segala puji bagi Allah SWT, yang sering memberi hari-hari kita dengan perut sering terisi,” kata Ali menjawab pertanyaan Fatimah.

Setelah itu dan sebelum takbir berkumandang, Ali terlihat sibuk mendorong pedatinya. Pedati tersebut berisi tiga karung gandum dan dua karung kurma hasil dari panen kebunnya. Beliau berkeliling dari pojok kota dan perkampungan untuk membagi-bagikan simpanan pangan tersebut kepada fakir miskin dan yatim piatu.

Itulah keteladanan Nabi, Sahabat dan Salafus shalih yang harus teladani ketika sudah ada di penghujung Ramadan. Semoga kita dapat berjumpa dengan Ramadan berikutnya. Aamiin

 

  1. Doa di penghujung Ramadan

أَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan bulan Ramadan ini Bulan Ramadan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadan terakhir bagiku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi & jangan jadikan aku orang yang Engkau murkai.” (Kitab Mafatih Al-Jinan Jilid 2).

Tutup.

Editor: Beny

Berita Terkait

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda
Masyarakat Dibuat Penasaran Siapa Sosok Bakal Calon Pendamping Aba IDI
“Forest Walk” Destinasi Wisata Alam di Pusat Kota Bandung Yang Wajib dikunjungi
Mengapa Kota Bandung Menjadi Magnet Para Wisatawan, Berikut Ulasannya
Jawa Barat Provinsi Dengan Perokok Terbanyak Ke-3 di Indonesia
DPRD Jabar Lakukan Penandatanganan Record of Discussion atau RoD dengan DPRD Provinsi Chungcheongnam-do Korea Selatan
Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024
Sat Pol PP Kota Bandung Sita 276 Botol Minuman Beralkohol dan 278 Butir Obat Daftar G Tanpa Izin
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:57 WIB

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:38 WIB

Masyarakat Dibuat Penasaran Siapa Sosok Bakal Calon Pendamping Aba IDI

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:42 WIB

“Forest Walk” Destinasi Wisata Alam di Pusat Kota Bandung Yang Wajib dikunjungi

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:51 WIB

Mengapa Kota Bandung Menjadi Magnet Para Wisatawan, Berikut Ulasannya

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:25 WIB

Jawa Barat Provinsi Dengan Perokok Terbanyak Ke-3 di Indonesia

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:54 WIB

Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:02 WIB

Sat Pol PP Kota Bandung Sita 276 Botol Minuman Beralkohol dan 278 Butir Obat Daftar G Tanpa Izin

Rabu, 22 Mei 2024 - 03:49 WIB

Demo Terus Berlangsung DPD BIN Jatim Nilai Pj Bupati Sampang gagal Ciptakan Iklim Sejuk Dimasyarakat

Berita Terbaru