Para Pemuda Pengiat Konservasi TWNC Yang Diserang Oleh Oknum Warga Alami Luka Serius

- Penulis Berita

Sabtu, 17 Februari 2024 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akibat penyerangan tersebut, para korban mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, untuk mendapatkan perawatan intensif dari dokter, Kamis (14/2).

Akibat penyerangan tersebut, para korban mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, untuk mendapatkan perawatan intensif dari dokter, Kamis (14/2).

BANDUNGPUBER.COM, Lampung – Aksi penyerangan oleh sekelompok oknum warga yang menimpa para pemuda, khususnya pengiat konservasi Tambling Wildlife Nature Concervation (TWNC-Lampung), terjadi di Desa Martanda, Pematang Sawah, Kab Tanggamus, Lampung di malam menjelang masa pencoblosan. Selasa (13/2) malam.

Akibat penyerangan tersebut, para korban mengalami luka serius yang hingga kini masih merasakan sakit dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, untuk mendapatkan perawatan intensif dari dokter, Kamis (14/2).

Atas insiden penyerangan ini, korban merasa trauma dan meminta pada penegak hukum untuk segera mengusut dan menangkap seluruh pihak yang telah melakukan penyerangan. Termasuk mengungkap oknum yang menghalang-halangi para korban untuk melakukan pencoblosan kemarin.

Sebagai informasi, kronologis penyerangan ini berawal dari adanya sekelompok penyerang yang mengendarai sepeda motor dengan suara meraung kencang di wilayah pemukiman warga Limus, Tanggamus, di mana salah satu korban berinisal J, menanyakan perihal maksud dan tujuan kelompok tersebut mengendarai sepeda motor dengan suara kencang di malam hari.

“Apakah dari kami ada salah? Ko geber-geber motor disini?” tanya J.

Namun, bukannya dijawab dengan baik, justru menjadi keributan antara petugas TWNC dengan kelompok warga penyerang. Untuk menghindari pertikaian berlanjut, petugas TWNC memilih menghindar ke rumah salah satu warga lain bernama S, namun dikejar oleh kelompok warga penyerang tersebut. Mereka membombardir rumah S dengan aksi lempar batu melalui jendela dan atap rumah.

Situasi makin tak terkendali, kelompok penyerang masuk ke rumah tersebut dan mengobrak abrik dapur serta mengancam dengan pisau. Mereka melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap para korban, seperti melempar botol bekas minuman keras, memukul dengan badik sampai menginjak-injak para korban. Penyiksaan tersebut menyebabkan korban pertama berinisial J mendapat luka serius di bagian lengan tangan kiri (2cm) karena terkena pisau (badik) dan luka goresan di dada kiri (4cm).

Korban kedua berinisial O mengalami luka yang serius dibagian mata, akibat tersiram cairan asam berbau pesing, menggunakan botol Wipol kebagian mata kirinya. Atas siraman ini, penglihatan korban menjadi samar-samar dan kondisi tubuhnya menggigil.

Dan korban ketiga, berinisial M yang mendapat aksi pukulan bertubi-tubi, mulai dari pelipis, mata hidung dan dada korban. Hingga mengalami sesak dan susah nafas.

Petugas TWNC yang lain berusaha melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib namun malah mendapat intimidasi dan meminta para petugas dan karyawan TWNC untuk tidak keluar rumah. Padahal esok hari (Rabu, 14/2) pemuda setempat akan melakukan pencoblosan pemilu.

Oknum aparat ini meminta para petugas TWNC dan korban supaya tidak menggunakan hak pilihnya. Kelompok warga penyerang ini selain melakukan tindakan melawan hukum seperti penyerangan (penganiayaan dengan kekerasan) mereka juga menghambat petugas TWNC dan korban untuk menggunakan hak pilih (pemilu). Padahal para petugas TWNC dan korban sudah terkonfirmasi melalui DPT (KPU-D) untuk dapat mengikuti pemilu di wilayah Lampung.

Informasi terkini, para korban sudah di evakuasi untuk mendapatkan penanganan intensif oleh tim medis mengingat luka-luka yang di derita sangat parah. (Yoga).

Berita Terkait

Brigjen SPK Kunjungi Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo,Malaka Untuk Kembangkan Pertanian Malaka
Syahid Ibrahim Sampaikan Apresiasi Tinggi Atas Kesuksesan Helmy Yahya Berikan Motivasi Untuk PT KPI Unit Dumai
Ada Campur Tangan Oknum Petugas, Proyek Rumah Kos Berujung Pelaporan
Indonesia Akan Selenggarakan Halal Expo di Brunai
Tensi Politik Memanas: Ribuan Massa Kepung Kantor Pemkab Sampang
Johanes Gluba Gebse Kandidat Dengan Elektabilitas Terunggul Sebagai Calon Gubernur Papua
Tim Pemanjat Putri TRAMP Luncurkan Ekspedisi Pemanjatan Tebing Parang TRAMP
Dana Dimakan Marketing BCA Multifinance, Rekening Nasabah di Debit Bayar Cicilan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 05:05 WIB

DPRD Jabar Memastikan Perpanjangan Waktu Kerja Pansus untuk Mempertajam Pembahasan Serta Singkronisasi

Minggu, 23 Juni 2024 - 04:33 WIB

”Refleksi Nilai-Nilai Ibadah Haji dan Ibadah Kurban sebagai Upaya Menguatkan Kesalehan Individual dan Sosial”

Sabtu, 22 Juni 2024 - 02:46 WIB

Minggu Besok di CFD Dago Bakal Digelar Pelayanan Administrasi Pembayaran Pajak Hingga Pengurusan SIM, Catat Waktunya !

Kamis, 20 Juni 2024 - 01:00 WIB

Bukti Kerja Nyata, Pemkot Bandung Peroleh Penghargaan dari Pemprov Jabar dalam Mensejahterakan Masyarakat Terutama Lansia

Rabu, 19 Juni 2024 - 01:27 WIB

Hewan Kurban di Kota Bandung Aman dari PMK dan Antraks

Selasa, 18 Juni 2024 - 03:52 WIB

Pj Wali Kota Bandung Berharap Umat Muslim Dapat Meneladani Nabi Ibrahim AS, yang Senantiasa Ikhlas dan Sabar

Senin, 17 Juni 2024 - 23:47 WIB

DKPP Kota Bandung Menyatakan Jumlah Hewan Yang Disemblih Tahun 2024 Alami Peningkatan

Senin, 17 Juni 2024 - 23:28 WIB

Sapi Qurban Yang Terpelosok ke dalam Parit Berhasil Diselamatkan Diskar Kota Bandung

Berita Terbaru

PAUDQu Kharisma saat menggelar pelepasan siswa dan pentas seni pada hari Minggu, (23/6/24)

Jawa Barat

Tarian Tradisional Warnai Pelepasan Siswa PAUDQu Kharisma

Selasa, 25 Jun 2024 - 04:53 WIB