Pemkot Bandung Akan Terus Kawal Peredaran Daftar Obat Terlarang Konsumsi

- Penulis Berita

Senin, 24 Oktober 2022 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandung Yana Mulyana (tengah). Ft dok humas Pemkot

Wali Kota Bandung Yana Mulyana (tengah). Ft dok humas Pemkot

BandungPuber. Com — Sebanyak 102 obat yang dikonsumsi pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) masuk dalam daftar obat terlarang konsumsi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes telah memastikan GGAPA disebabkan karena kandungan kimia berupa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang ada dalam 102 obat tersebut. Sehingga dilarang untuk diperjualbelikan dan diresepkan untuk pasien.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan turut mengawal peredaran obat-obat tersebut di seluruh faskes.

“Kita ikut mengawal dan menarik obat-obatan tersebut. Sebetulnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung juga sudah mengeluarkan surat edaran,” ungkap Yana, Minggu 23 Oktober 2022.

Surat edaran tersebut berisikan instruksi agar obat-obatan sirup yang masuk dalam daftar bermasalah tidak boleh diresepkan dan harus ditarik dari peredaran.

“Termasuk kita mengawal penarikan obat-obatan yang masuk daftar harus ditarik dari peredaran. Ini salah satu ikhtiar kita mengurangi penambahan kasus ginjal akut di Kota Bandung,” tuturnya.

Senada dengan Yana, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian mengaku, pihaknya telah intens melacak ke RSHS dan seluruh rumah sakit untuk menyisir kasus GGAPA di Kota Bandung.

“Kami sudah intens melacak ke RSHS dan seluruh rumah sakit. Dan sampai kemarin kasusnya memang cuma satu. Itu pun sudah sembuh. Kasusnya terjadi bulan Agustus lalu. Anak ini usianya sudah 10 tahun,” jelas Anhar.

Ia juga terus mengimbau bagi seluruh faskes di Kota Bandung untuk segera melaporkan jika ditemukan kasus terbaru terkait GGAPA ini.

“Kami juga telah mengimbau agar RS melaporkan apabila ada temuan kasus baru di lapangan,” imbuhnya. *Humas Kota Bandung.

 

Editor: Hermawan

Berita Terkait

Kejuaraan Menembak Sukses Digelar Q-JANG SHOOTING CLUB, Bertabur Selebriti, Medali & Hadiah Jutaan Rupiah
Dukung Budidaya Perikanan Terpadu, Regal Springs Indonesia dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauran IPB Jalin Kerjasama
Bey Machmudin Dorong Jabar Tingkatkan Produksi Bawang Merah
Pemprov Jabar Raih Nilai Tertinggi Penerapan Sistem Merit Tahun 2024 dari Komisi Aparatur Sipil Negara dengan Nilai 400
Konsultasikan Terkait Pengawasan Perekonomian dan Keuangan, DPRD Provinsi Bali Kunjungi Komisi III DPRD Jabar
Satgas Citarum Harum Akan Fokus Tangani Lahan Kritis dan Penegakan Hukum
Bey Machmudin Dampingi Menteri Luhut Binsar Panjaitan Luncurkan Buku Citarum Harum di Nusa Dua Bali
Rapat Paripurna DPRD Jabar Bahas Rekomendasi dan LKPJ Gubernur Jabar Tahun Anggaran 2023
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Juni 2024 - 23:24 WIB

Rekam Jejak Mayjen TNI (Purn) Purwo Sudaryanto di Kalimantan Tengah

Jumat, 21 Juni 2024 - 06:53 WIB

Kegiatan TRAMP untuk Susur Sungai Ciliwung dan Penghijauan Bantaran

Jumat, 21 Juni 2024 - 01:33 WIB

Harapan Besar Rakyat Sampang Pada Sosok Aba Idi Sebagai Bupati Sampang

Kamis, 20 Juni 2024 - 05:51 WIB

Dengan Digitalisasi, Proses Kurban di Masjid Al Marjan Jadi Lebih Mudah

Rabu, 19 Juni 2024 - 01:36 WIB

Guna Memastikan Kebersihan Sungai, Sekda Herman Pantau Kondisi Sungai Citarum di Batujajar

Selasa, 18 Juni 2024 - 10:32 WIB

Aktivis Muda Putra Daerah Sampang Yayan , Tanggapi Voice Note Yang Viral

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:41 WIB

PAUDQu Kharisma, Berawal dari Kepedulian

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:42 WIB

Sambut Kenaikan Kelas, Puluhan Siswa- Siswa PAUD KB Melati 2 Kalapanunggal Gelar Pentas Seni

Berita Terbaru