Penguatan Karakter dalam Tantangan Era Teknologi 4.0 di Wilayah Pesantren

- Penulis Berita

Jumat, 26 April 2024 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd.

Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd.

BandungPunyaBerita. Com, Cianjur – Salah satu tantangan yang dihadapi pesantren dalam era digital 4.0 adalah Pesantren selama ini dikenal dengan metode pengajaran yang bersifat tradisional dan mengedepankan pembelajaran melalui hubungan langsung antara guru dan santri, berikut Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd. memaparkan tentang aspek kunci pengaruh teknologi terhadap pendidikan sebagai penguat karakter, pengaruh Digitakisasi dan peran guru serta pemimpin pesntren.

Menurutnya Pengaruh Teknologi Terhadap Pendidikan Era Teknologi 4.0 telah membawa dampak perubahan signifikan dalam cara kita belajar dan mengakses informasi, “Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam juga tidak luput dari dampak ini. Tantangan terbesar mungkin terletak pada bagaimana memadukan nilai -nilai keislaman tradisional dengan kemajuan teknologi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang” jelas H. Sofyan.

Yang selanjutnya adalah Penguatan Karakter dalam Konteks Digitalisasi Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, penguatan karakter menjadi semakin penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Pesantren dapat berperan sebagai pusat pembentukan karakter yang kuat, dengan fokus pada nilai-nilai Islam yang relevan dengan konteks modern. ujarnya.

“Peran Guru dan Pemimpin Pesantren Guru dan pemimpin pesantren memegang peran kunci dalam memperkuat karakter siswa di era Teknologi 4.0. Mereka perlu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang bijak, sementara juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Islam dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari”,Ujarnya.

“Yang terakhir adalah Kolaborasi dan Kemitraan Kolaborasi antara pesantren, lembaga pendidikan lainnya, serta pemangku kepentingan lainnya seperti orang tua dan komunitas lokal, dapat memperkuat upaya penguatan karakter di era Teknologi 4.0. Dengan bekerja sama, mereka dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter yang berkelanjutan”. Pungkas Guru Besar UPI tersebut menutup pembicaraannya.

Editor: Beny

Berita Terkait

Rekam Jejak Mayjen TNI (Purn) Purwo Sudaryanto di Kalimantan Tengah
Perhutani Bandung Utara Melalui Program TJSL Salurkan Hewan Kurban Kepada Penyadap Getah Pinus Di Subang
Kegiatan TRAMP untuk Susur Sungai Ciliwung dan Penghijauan Bantaran
Harapan Besar Rakyat Sampang Pada Sosok Aba Idi Sebagai Bupati Sampang
Dengan Digitalisasi, Proses Kurban di Masjid Al Marjan Jadi Lebih Mudah
Guna Memastikan Kebersihan Sungai, Sekda Herman Pantau Kondisi Sungai Citarum di Batujajar
Aktivis Muda Putra Daerah Sampang Yayan , Tanggapi Voice Note Yang Viral
Sekretariat DPRD Jabar Bersama DPRD Kalimantan Selatan Bahas Tugas dan Fungsi Banmus, Bapemperda
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Juni 2024 - 23:24 WIB

Rekam Jejak Mayjen TNI (Purn) Purwo Sudaryanto di Kalimantan Tengah

Jumat, 21 Juni 2024 - 06:53 WIB

Kegiatan TRAMP untuk Susur Sungai Ciliwung dan Penghijauan Bantaran

Jumat, 21 Juni 2024 - 01:33 WIB

Harapan Besar Rakyat Sampang Pada Sosok Aba Idi Sebagai Bupati Sampang

Kamis, 20 Juni 2024 - 05:51 WIB

Dengan Digitalisasi, Proses Kurban di Masjid Al Marjan Jadi Lebih Mudah

Rabu, 19 Juni 2024 - 01:36 WIB

Guna Memastikan Kebersihan Sungai, Sekda Herman Pantau Kondisi Sungai Citarum di Batujajar

Selasa, 18 Juni 2024 - 10:32 WIB

Aktivis Muda Putra Daerah Sampang Yayan , Tanggapi Voice Note Yang Viral

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:41 WIB

PAUDQu Kharisma, Berawal dari Kepedulian

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:42 WIB

Sambut Kenaikan Kelas, Puluhan Siswa- Siswa PAUD KB Melati 2 Kalapanunggal Gelar Pentas Seni

Berita Terbaru