Pesan untuk Menjaga Budaya Indonesia dalam Renggana, dari Komunitas Perempuan Menari

- Penulis Berita

Minggu, 5 November 2023 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Perempuan Menari akan kembali dengan pentas bertajuk Renggana. Pentas ini merupakan pentas kelima di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (4/11). Ft dok, Yoga.

Komunitas Perempuan Menari akan kembali dengan pentas bertajuk Renggana. Pentas ini merupakan pentas kelima di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (4/11). Ft dok, Yoga.

BANDUNGPUBER. COM, Jakarta – Setelah tahun lalu sukses menyelenggarakan pentas Dayana Dwipantara di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, kini Komunitas Perempuan Menari akan kembali dengan pentas bertajuk Renggana. Pentas ini merupakan pentas kelima di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (4/11).

Komunitas Perempuan Menari telah menyelenggarakan pentas tahunan sejak 2018, diawali dengan Seloka Swarnadwipa, selanjutnya Pesona Timur pada 2019 dan Genderang Swargabhumi pada 2020. Kendati di tengah pandemi, dengan semangat tinggi pementasan Genderang Swargabhumi tetap terlaksana secara virtual.

Nama Renggana yang menjadi tema besar pentas ini, dapat diartikan sebagai ‘perempuan pujaan’ diambil dari bahasa Sansekerta. Nama ini juga diartikan sebagai perempuan yang setia, welas asih, dan penyayang. Selain itu, Renggana memiliki karakter yang menyukai tantangan, kepribadian luwes, ingin hidup damai, serta menginginkan kesepadanan intelektual dengan pasangannya.

Penata Tari Supriyadi Arsyad menyebutkan, dalam pertunjukan Renggana, perempuan memegang peran sentral. Mereka menjadi pujaan, baik oleh laki-laki maupun anak-anak. Mereka tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga merawat, melestarikan, dan menjaga budaya Indonesia, terutama dalam seni tari.

“Ini adalah cara untuk menghormati dan mengapresiasi peran perempuan dalam masyarakat,” kata Supriyadi Arsyad.

Pentas Renggana juga merupakan wujud dari keinginan para perempuan yang mencintai budaya untuk berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia. Para perempuan yang awalnya mungkin tidak memiliki latar belakang dalam seni tari, kini ingin menjalani keinginan mereka untuk melestarikan budaya dengan cara yang unik.

“Renggana adalah bentuk penghargaan kami dan panggung untuk menyampaikan pesan cinta terhadap budaya Indonesia,” kata Ketua Pelaksana Pentas Renggana, Marina Joy.

Pentas dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama terdiri dari tarian repertoar, yang mencakup beragam budaya, seperti tarian dari Palembang, Jawa, Betawi, dan Ambon. Kemudian, ada sesi kedua yang disebut “tarian garapan” di mana semua penari akan turun bersama-sama. Tarian-tarian ini merupakan garapan budaya dari tari tradisional yang diolah dengan sentuhan kreativitas dan menghadirkan nuansa segar bagi penonton.

Selain itu, ada pembacaan Pasal 6 Gurindam 12 karya sastra Raja Ali Haji oleh Aylawati Sarwono, selaku bintang tamu. Hal ini yang menjadi keunikan dari pentas Komunitas Perempuan Menari kali ini.

Sebagai bintang tamu, Aylawati Sarwono mengungkapkan rasa kagum dan bangganya terhadap Komunitas Perempuan Menari. Ia menjelaskan bahwa partisipasinya dalam pergelaran Renggana ini, didasarkan pada cintanya terhadap seni dan budaya. Baginya, penting untuk mendukung kegiatan seni budaya dan melestarikan tradisi Indonesia yang sangat beragam.

“Saya berharap Komunitas Perempuan Menari dapat berkembang dan membuka cabang di berbagai tempat, sehingga lebih banyak orang dapat mengakses kegiatan menari yang bermanfaat. Lalu bagi penonton Renggana diharapkan untuk lebih mengenal tari-tarian Nusantara, dan menghargai budaya bangsa sendiri, serta dapat merasakan keindahan seni budaya dalam bentuk yang menarik dan modern,” harap Aylawati Sarwono.

Menurut salah satu founder Komunitas Perempuan Menari, Sabena Betty Sihombing, Renggana dibuat dengan beberapa tujuan, termasuk sebagai ajang untuk mengaktualisasikan anggota komunitas dan meningkatkan semangat latihan.

“Pentas tahunan ini tidak hanya merupakan acara seni yang memukau, tetapi juga merupakan langkah menuju mengenalkan lebih banyak orang pada KPM dan membangun rasa kebersamaan yang lebih kuat di antara anggotanya,” kata Sabena Betty Sihombing.

Komunitas Perempuan Menari (KPM) dibentuk pada 06 Januari 2018, merupakan sebuah komunitas beranggotakan sekitar 100-an perempuan dari berbagai profesi yang berbeda, dengan rentang usia antara 15 – 60 tahun (mayoritas usia di atas 40 tahun). Anggota KPM memiliki satu kesamaan, yaitu kepedulian untuk melestarikan seni budaya khususnya seni tari.

Sejak 2018, KPM rutin menggelar pertunjukan tari tahunan yang mengangkat nilai-nilai tradisi Indonesia dengan tajuk:
• Seloka Swarnadwipa tahun 2018 (Galeri Indonesia Kaya)
• Pesona Timur tahun 2019 (Galeri Indonesia Kaya)
• Genderang Swargabhumi tahun 2020 (virtual melalui channel youtube Komunitas Perempuan
Menari)
• Dayana Dwipantara tahun 2022 (Gedung Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta. (Dar Edi Yoga).

Berita Terkait

Tensi Politik Memanas: Ribuan Massa Kepung Kantor Pemkab Sampang
Johanes Gluba Gebse Kandidat Dengan Elektabilitas Terunggul Sebagai Calon Gubernur Papua
Tim Pemanjat Putri TRAMP Luncurkan Ekspedisi Pemanjatan Tebing Parang TRAMP
Dana Dimakan Marketing BCA Multifinance, Rekening Nasabah di Debit Bayar Cicilan
Hakim MK Guntur Hamzah Kembali Akan Dilaporkan Terkait Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara
SIARAN PERS DK PWI PUSAT. Wahai Hendry Ch Bangun Yang Terhormat Tinggalkan Segera Cawe Cawe Itu !!!! Patuhilah Rekomendasi Dewan Kehormatan PWI Pusat
Jelang Pilkada 2024 Dukungan Terus Mengalir Kepada Calon Bupati Sampang H. Slamet Junaidi
Perjalanan Anak Petani dari Kepala Kamar Mesin ke Kursi Bakal Calon Bupati Lembata
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:57 WIB

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:38 WIB

Masyarakat Dibuat Penasaran Siapa Sosok Bakal Calon Pendamping Aba IDI

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:42 WIB

“Forest Walk” Destinasi Wisata Alam di Pusat Kota Bandung Yang Wajib dikunjungi

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:51 WIB

Mengapa Kota Bandung Menjadi Magnet Para Wisatawan, Berikut Ulasannya

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:25 WIB

Jawa Barat Provinsi Dengan Perokok Terbanyak Ke-3 di Indonesia

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:54 WIB

Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:02 WIB

Sat Pol PP Kota Bandung Sita 276 Botol Minuman Beralkohol dan 278 Butir Obat Daftar G Tanpa Izin

Rabu, 22 Mei 2024 - 03:49 WIB

Demo Terus Berlangsung DPD BIN Jatim Nilai Pj Bupati Sampang gagal Ciptakan Iklim Sejuk Dimasyarakat

Berita Terbaru