Sinyal Pertemuaan Megawati-Jokowi dan Surya Paloh-Megawati, Sinyal Rekonsiliasi Politik?

- Penulis Berita

Selasa, 23 Januari 2024 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago. Ft dok. Eky.

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago. Ft dok. Eky.

BANDUNGPUBER. COM -Dibalik isu pertemuan Megawati-Jokowi dan Surya Paloh-Megawati, ada kemungkinan percaturan politik berubah jika para King Maker ini menentukan sikap politiknya.

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai bahwa isu pertemuan Megawati dan Jokowi sudah dibantah oleh kedua boleh pihak. Tetapi, pertemuan dua tokoh ini mungkin saja terjadi, jika kepentingan kedua belah pihak semakin kuat dalam percaturan politik 2024.

“Relasi Megawati-Jokowi saat ini mungkin saja dingin karena dua tokoh ini punya sikap berbeda di Pilpres 2024. Tetapi, komunikasinya tersebut mungkin saja kembali terbuka, apabila Pilpres menjadi dua putaran. Siapapun yang masuk ke putaran kedua, peran King Maker bakal menentukan arah koalisi, “ ujar Arifki.

Megawati tentu sedang menimbang dengan siapa berkoalisi jika Ganjar-Mahfud Pilpres menjadi dua putaran. Jika yang masuk putaran kedua tersebut Prabowo-Gibran vs Ganjar-Mahfud. Relasi Megawati-Surya Paloh mungkin kembali terbuka, karena mau tidak mau Ganjar-Mahfud butuh dukungan pendukung Anies-Imin.

Jika yang masuk putaran dua Prabowo-Gibran vs Anies-Imin. Megawati dan PDI-P tentu memiliki berbagai pertimbangan. Pertama, kembali melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi karena sama-sama mendukung Paslon yang dinilai lebih nasionalis atau PDI-P membuka komunikasi dengan Anies-Imin. Meskipun, di akar rumput atau elite sulit mempertemukan koalisi Ganjar-Mahfud dengan Anies-Imin.

“Kubu Paslon 01 dan 03 ibarat air dengan minyak, kemungkinan bersatunya kecil. Tetapi, ada ruang lain yang berpotensi menyatukan mereka yakni punya sikap kritis yang sama dengan pemerintahan Jokowi. Kita saat ini, hanya bisa melihat peluang kemungkinan dari ketidakmungkinan itu terjadi,” tutup Arifki. (Eky).

Berita Terkait

Bey Machmudin Himbau Para ASN yang Ikuti Pemilihan Calon Kepala Daerah dan Gubernur Harus Mundur dari Jabatannya
Jabar Targetkan Raih Juara Umum Peparnas Ke-XVII di Sumut Oktober Mendatang
Tentang Korupsi Dana Hibah BUMN oleh Pengurus PWI, Ini Kronologi Lengkapnya
Halal Bihalal Pj Gubernur Sumsel Fatoni Bersama Bupati/Walikota se-Sumsel
Histeria Anak-anak Penuhi Masjid, Terhipnotis Program Kartu Tokoh Islam Absen Digital Ala Al Marjan
Jelang Imlek, Komunitas Rumpies Bagikan Nasi Bungkus ke Kaum Marginal
Perayaan HUT Ke- 38 Kelompok Pecinta Alam Alpala SMA 68 Jakarta Digelar Secara Sederhana
Politik Asik Relawan Vs Politik Berisik BuzzeRp
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:50 WIB

IJW Desak PWI Pusat Segera Umumkan Hasil Audit Bantuan Sponsorship UKW Forhumas BUMN Rp.6 Milyar

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:47 WIB

PON XXI Aceh-Sumut Tetap September, KONI DKI Jakarta Imbau Dukungan Masyarakat

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:39 WIB

LSM LIRA Akan Polisikan Ketum PWI Pusat, Hendri dan Ketua DK PWI Pusat, Sasongko Pelanggaran UU ITE

Senin, 8 Juli 2024 - 03:47 WIB

Kisah Inspiratif Dua Romo Yang Bekerja di Ladang Tuhan

Sabtu, 6 Juli 2024 - 01:34 WIB

Ketua PWI Jaya Sambut Dua Anggota PWI Jaya Usai Daki Gunung Kerinci

Minggu, 30 Juni 2024 - 15:05 WIB

Ransomware Retas PDN, Formapera: Anggaran Rp4,9 T, Apa Kerja Budi Arie Sebagai Kominfo?

Minggu, 30 Juni 2024 - 15:01 WIB

Peringatan Hari Keluarga Nasional, Guru Besar UIN Jakarta Ingatkan Dampak Digital Bagi Keluarga Indonesia

Minggu, 30 Juni 2024 - 14:58 WIB

Jutan Manik: Sumatera Utara Butuh Pemimpin yang Memiliki Segudang Prestasi Membangun Daerah

Berita Terbaru