Wabah PMK Telah Menyebar Di Kecamatan Cibiru, Babakan Ciparay dan Bandung Kulon

- Penulis Berita

Rabu, 6 Juli 2022 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Ermariah. ft istiewa

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Ermariah. ft istiewa

BandungJabar. Com — Menjelang hari raya Idul Adha pada 10 Juli mendatang, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih mengantui hewan ternak.

Hingga saat ini, wabah PMK ini telah menyebar di 3 Kecamatan di Kota Bandung, yaitu Kecamatan Bandung Kulon, Babakan Ciparay dan Cibiru.

Namun, Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 menjelaskan ciri hewan yang masih sah dijadikan sebagai hewan kurban.

Hewan yang memiliki gejala klinis ringan, seperti lepuh ringan pada celah kuku, kondisi lesu, tidak nafsu makan, serta mengeluarkan air liur berlebih, masih sah untuk dikurbankan.

Atas hal itu, Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Ermariah memberikan beberapa tips bagaimana cara mengolah daging kurban untuk mencegah wabah PMK

Menurutnya, daging yang didapatkan jangan dicuci. Karena virus PMK akan bertahan didalam air dan dapat menyebar disaluran air.

“Apabila dicuci, air buangannya akan langsung ke saluran. Virus PMK di dalam air bisa hidup selama 75 hari. Virus ini bertahan lama di udara suhu luar. Dia bertahan lama dibenda-benda dan bertahan pula di udara,” katanya di Balai Kota Bandung, Rabu 6 Juli 2022.

Setelah itu, dianjurkan untuk langsung direbus selama 30 menit dan air rebusannya langsung dibuang.

“Jangan dibuang di saluran air. Dengan cara itu akan lebih aman, karena virusnya mati dalam pemanasan,” kata dia

Jika belum mau diolah, saat daging didapatkan langsung disimpan di suhu kulkas. Setelah 24 jam baru dibekukan di freezer.

“Ini sekedar saran. Jika merasa daging itu kotor, rebus dan buang airnya. Kemudian baru bisa diolah,” pungkasnya. * Humas Kota Bandung

 

Editor: Beny

Berita Terkait

Pj Wali Kota Bandung Menyatakan Menghormati Seluruh Proses Hukum Kepada Kejaksaan Negeri Terkait Unit Layanan Pengadaan
Sekretariat DPRD Jabar Menerima Kunjungan dari Bangar DPRD Tasikmalaya Bahas Terkait Ranperda APBD TA 2023
Komisi III DPRD Jabar Dorong Pemerintah Menangkap Bandar Judi Online
Perhutani Terima Kegiatan KKL Mahasiswa Universitas Jambi di Bandung
Sat Pol PP Kota Bandung Bersama Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Lokasi Zona Merah
Kasus TBC di Kota Bandung Mencapai 4800 Orang, Pemkot Bandung Terus Lakukan Sosialisasi Tentang Bahaya Penyakit Menular
Pj Wali Kota Bandung Sebut KAA Ke-69 Momentum Upaya Bersama Membanguun Bangsa- Bangsa di Benua Asia Afrika
Gebyar Muharram 1446 H di MD Tarbiyyatul Falah Al Fahruroziyyah Berlangsung Meriah
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:50 WIB

IJW Desak PWI Pusat Segera Umumkan Hasil Audit Bantuan Sponsorship UKW Forhumas BUMN Rp.6 Milyar

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:47 WIB

PON XXI Aceh-Sumut Tetap September, KONI DKI Jakarta Imbau Dukungan Masyarakat

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:39 WIB

LSM LIRA Akan Polisikan Ketum PWI Pusat, Hendri dan Ketua DK PWI Pusat, Sasongko Pelanggaran UU ITE

Senin, 8 Juli 2024 - 03:47 WIB

Kisah Inspiratif Dua Romo Yang Bekerja di Ladang Tuhan

Sabtu, 6 Juli 2024 - 01:34 WIB

Ketua PWI Jaya Sambut Dua Anggota PWI Jaya Usai Daki Gunung Kerinci

Minggu, 30 Juni 2024 - 15:05 WIB

Ransomware Retas PDN, Formapera: Anggaran Rp4,9 T, Apa Kerja Budi Arie Sebagai Kominfo?

Minggu, 30 Juni 2024 - 15:01 WIB

Peringatan Hari Keluarga Nasional, Guru Besar UIN Jakarta Ingatkan Dampak Digital Bagi Keluarga Indonesia

Minggu, 30 Juni 2024 - 14:58 WIB

Jutan Manik: Sumatera Utara Butuh Pemimpin yang Memiliki Segudang Prestasi Membangun Daerah

Berita Terbaru