Yana Mulyana: Peranan Keluarga Penting Untuk Pencegahan Narkotika Dan Obat Terlarang

- Penulis Berita

Selasa, 28 Juni 2022 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kiri) dalam peringatan Hari Narkotika Internasional di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 26 Juni 2022.   Ft istimewa

Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kiri) dalam peringatan Hari Narkotika Internasional di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 26 Juni 2022.  Ft istimewa

BandungPuber. Com — Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Baginya, perang melawan narkoba harus berawal dari keluarga.

Untuk itu, perlu sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada keluarga agar anggotanya terhindar dari jurang kesengsaraan.

“Penting sosialisasi kepada keluarga agar bisa mengingatkan putra-putrinya,” kata Yana pada acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tingkat Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 26 Juni 2022.

Menurutnya, peringatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Warga Bandung dengan inisiatifnya harus mau dan mampu memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Perlu diketahui, Hari Anti Narkotika Internasional sebagai momen untuk mengingatkan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkotika menjadi masalah global yang mengancam kehidupan dan harus diberantas.

Peringatan Hani ini bentuk keprihatinan dunia dan sebagai berupaya bersama memperkuat aksi dsn kerja sama global melawan para pengedar narkotika.

Menurut Yana, berbagai program harus mampu membantu memberantas hingga penggunaan narkotika di Kota Bandung.

Generasi muda, kata Yana, sebagai aktor paling kuat untuk berperang sekaligus kelompok palimg rentan menjadi terpapar narkotika

“Mudah-mudahan sekarang sudah masuk endemi ikhtiar kita tingkatkan lagi buat program untuk mengurangi peredaran pengguna narkoba di Bandung,” ujarnya.

Salah satu ikhtiar yaitu hadirnya Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai wujud nyata Pemerintah Kota Bandung dan BNN.

Ia pun mendorong kewilayahan untuk cepat tanggap dalam menyosialisasi dan melaporkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Minimal menyosialisasikan juga mendorong wilayah menjadi mata telinganya peredaran narkotika. Kalau ada (kejadian mencurigakan) laporkan ke BNN atau aparat hukum. Itu mengurangi ruang gerak bandar juga pengguna,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Bandung, Kombes Pol Mada Roostanto menegaskan, sebagai kota metropolitan, Kota Bandung perlu mewaspadai peredaran narkotika.

“Kota Bandung ini mempunyai pesona yang luar biasa. Kota Bandung juga sebagai kota metropolitan. Tetapi Kota Bandung juga menjadi incaran seluruh bandar narkoba punya strategi,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, survei nasional penyalahgunaan narkoba di Indoensia meningkat dari 1,80 persen (3,419.188 jiwa) pada tahun 2019 menjadi 1,95 persen (3.662.646 jiwa) di tahun 2021.

Penyalahgunaan narkoba ini rentang terjadi pada usia 15-64 tahun. Artinya dari mulai usia remaja yang masih produktif hingga usia senja menuju masa tidak produktif tetap rentan terpapar narkotika.

“Membuktikan bahwa hasil survey itu peredaran narkotika dan pengguna mencapai angka 1.80 persen,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut adapun pemberian penerima Keputusan Wali Kota Bandung terkait Penetapan Kelurahan Bersinar 2022. Di antaranya, Kelurahan Cikutra, Babakan Surabaya, Kebonwaru, Braga, Cisaranten Kulon, Sadang Serang, Situsaeur, dan Kelurahan Pasirkaliki. * Humas Kota Bandung

 

Editor: Hermawan

Berita Terkait

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda
“Forest Walk” Destinasi Wisata Alam di Pusat Kota Bandung Yang Wajib dikunjungi
Mengapa Kota Bandung Menjadi Magnet Para Wisatawan, Berikut Ulasannya
Jawa Barat Provinsi Dengan Perokok Terbanyak Ke-3 di Indonesia
DPRD Jabar Lakukan Penandatanganan Record of Discussion atau RoD dengan DPRD Provinsi Chungcheongnam-do Korea Selatan
Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024
Sat Pol PP Kota Bandung Sita 276 Botol Minuman Beralkohol dan 278 Butir Obat Daftar G Tanpa Izin
KPK RI Apresiasi Pemkot Bandung dan Menjadikan Bandung Sebagai Contoh dalam Menanamkan Nilai- Nilai Integritas di Indonesia
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:57 WIB

“Event Cycling De Jabar” Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Pariwisata Olah Raga Bersepeda

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:38 WIB

Masyarakat Dibuat Penasaran Siapa Sosok Bakal Calon Pendamping Aba IDI

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:42 WIB

“Forest Walk” Destinasi Wisata Alam di Pusat Kota Bandung Yang Wajib dikunjungi

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:51 WIB

Mengapa Kota Bandung Menjadi Magnet Para Wisatawan, Berikut Ulasannya

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:25 WIB

Jawa Barat Provinsi Dengan Perokok Terbanyak Ke-3 di Indonesia

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:54 WIB

Komisi I DPRD Jabar dan Komisi II Kabupaten Solok Lakukan Konsultasi Terkait Penanganan Konflik Sosial Jelang Pilkada 2024

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:02 WIB

Sat Pol PP Kota Bandung Sita 276 Botol Minuman Beralkohol dan 278 Butir Obat Daftar G Tanpa Izin

Rabu, 22 Mei 2024 - 03:49 WIB

Demo Terus Berlangsung DPD BIN Jatim Nilai Pj Bupati Sampang gagal Ciptakan Iklim Sejuk Dimasyarakat

Berita Terbaru